CIREBON, ArgumenRakyat.com — Jumlah korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis di Kota Cirebon, Jawa Barat, bertambah menjadi 395 orang pada Kamis, 22 Oktober 2026 sore, dengan korban dirawat di 10 rumah sakit dan sejumlah puskesmas.
Korban terdiri atas siswa taman kanak-kanak, sekolah dasar, guru, hingga pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Ratusan korban mengalami gejala serupa berupa pusing, mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi menu sop telur puyuh yang disajikan SPPG Kalijaga 5.
Pasien Baru Mulai Melambat
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Siti Maria Listiawaty membenarkan kenaikan jumlah korban seiring bertambahnya pasien yang datang memeriksakan diri. “Berdasarkan data Dinkes hingga Kamis sore, total ada 395 orang yang terdata mengalami gejala dugaan keracunan. Meski jumlahnya bertambah, kedatangan pasien baru ke Faskes saat ini sudah melambat dibandingkan hari pertama dan kedua pasca-kejadian,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Cirebon mengonfirmasi tim investigasi Badan Gizi Nasional telah turun menyisir lokasi, memeriksa sarana SPPG, dan memanggil kepala SPPG yang bertanggung jawab. Kepala KPPG Kota Cirebon Yulian Septa Pratama mengungkapkan dugaan pelanggaran Prosedur Operasional Standar, terutama soal mekanisme pembelian dan pengolahan bahan baku telur puyuh yang dimasak di luar area resmi SPPG.
Rantai Pengolahan Diperiksa
Investigasi menyasar sarana SPPG, prosedur pengolahan bahan baku, serta pihak yang bertanggung jawab atas penyajian menu tersebut. Pemeriksaan itu menjadi bagian dari upaya memastikan standar keamanan pangan pada layanan makanan bergizi gratis dijalankan sesuai ketentuan.
Penanganan medis masih berlangsung di sejumlah fasilitas kesehatan, sementara data korban diperbarui berkala oleh dinas kesehatan setempat. Kedatangan pasien baru dilaporkan melambat dibandingkan dua hari pertama setelah kejadian.









