“Demokrasi Jangan Seperti Poco-poco!” PDIP Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD di Rakernas 2026

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politiknya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT PDI Perjuangan ke-53 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). Rakernas dan HUT ke-53 PDI Pejuangan yang berlangsung 10-12 Januari  (ANTARA FOTO/Monang Sinaga/fzn/rwa

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politiknya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT PDI Perjuangan ke-53 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). Rakernas dan HUT ke-53 PDI Pejuangan yang berlangsung 10-12 Januari (ANTARA FOTO/Monang Sinaga/fzn/rwa

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, berakhir dengan sikap politik yang tegas mengenai kedaulatan rakyat. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah penolakan keras partai berlambang banteng tersebut terhadap wacana pengembalian sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para kader muda PDI Perjuangan menilai wacana perubahan sistem pemilihan tersebut mencerminkan inkonsistensi dalam membangun kualitas demokrasi di tanah air. Mereka mengibaratkan dinamika kebijakan ini seperti senam “Poco-poco” yang terus bergerak maju dan mundur tanpa arah yang jelas.

Kritik Tajam Terhadap Kemunduran Demokrasi

Politikus muda PDI Perjuangan, Muhammad Syaeful Mujab, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan pencapaian besar reformasi yang harus dipertahankan. Menurutnya, wacana Pilkada lewat DPRD adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat rakyat.

“Jangan sampai demokrasi kita ini dibuat seperti senam Poco-poco, maju satu langkah lalu mundur lagi. Kedaulatan rakyat harus dihormati dan tidak boleh ditarik kembali ke tangan elit di parlemen,” ujar Mujab di sela-sela agenda Rakernas pada Minggu, 11 Januari 2026.

Baca Juga:  Ucapan Belasungkawa Megawati untuk Khamenei Disiarkan di TV Iran

Pernyataan senada juga sempat dilontarkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ia menilai bahwa perubahan sistem yang terus-menerus hanya akan menciptakan ketidakpastian hukum dan mencederai partisipasi politik masyarakat yang sudah tumbuh selama dua dekade terakhir.

Penguatan Penolakan dari Masyarakat Sipil

Bukan hanya dari internal partai, arus penolakan terhadap Pilkada tidak langsung juga semakin menguat di kalangan masyarakat sipil. Berdasarkan laporan kompas.id, sejumlah koalisi masyarakat sipil pada Senin, 12 Januari 2026, secara konsisten menyuarakan bahwa skema Pilkada melalui DPRD merupakan langkah mundur (setback) bagi demokrasi Indonesia.

Skema pemilihan tidak langsung dianggap menyimpang dari amanat Konstitusi dan semangat reformasi 1998 yang menginginkan pemimpin daerah memiliki legitimasi langsung dari rakyat, bukan hasil transaksional di tingkat legislatif. Para pengamat hukum tata negara memperingatkan bahwa jika sistem ini dipaksakan, risiko terjadinya politik uang di lingkup DPRD akan meningkat drastis dibandingkan pemilihan langsung oleh rakyat.

Baca Juga:  Hasan Nasbi Sebut Bahwa Pemerintah Tidak Minta Dikasihani

Komitmen PDIP Sebagai Penyeimbang

Melalui hasil Rakernas I 2026, PDIP menginstruksikan seluruh kadernya, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk tetap setia pada jalur kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik. Penolakan terhadap Pilkada via DPRD ini menjadi salah satu pilar utama strategi politik PDIP menuju Pemilu 2029, di mana partai memposisikan diri sebagai “Partai Penyeimbang” pemerintah.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menambahkan bahwa wajah legislator partai harus mencerminkan kerja-kerja kerakyatan. “Selama kita berpihak ke rakyat, kita akan selamat. Wajah legislatif kita menentukan wajah partai di mata publik,” tegas Hasto.

Dengan berakhirnya Rakernas ini, PDIP memberikan sinyal kuat kepada koalisi partai lain bahwa isu kedaulatan rakyat dalam pemilihan pemimpin daerah adalah harga mati yang tidak bisa dinegosiasikan demi kestabilan demokrasi jangka panjang.

Sumber Referensi:

  • Laporan Kantor Berita ANTARA: Pernyataan Kader Muda PDIP di Rakernas 2026

  • Kompas.id: Penguatan Penolakan Masyarakat Sipil terhadap Pilkada DPRD

  • Tempo.co: Analisis Hasil Rakernas I PDI Perjuangan 2026

  • Hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di BCIS Ancol

Berita Terkait

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB
Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah
Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan
Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”
Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi
Pandji Pragiwaksono Kritik Gaya Pidato Off-Script Prabowo hingga Salah Sasaran Program MBG
Feri Amsari Soroti Pengangkatan Komisaris BUMN: Dinilai Langgar Undang-Undang dan Sarat Balas Jasa Politik
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:23 WIB

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:18 WIB

Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:53 WIB

Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:15 WIB

Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi

Berita Terbaru