Data Pajak Negara Dibobol Hacker, 678 Ribu Orang Kena Imbas

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Data Pajak Negara Dibobol Hacker, 678 Ribu Orang Kena Imbas. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Data Pajak Negara Dibobol Hacker, 678 Ribu Orang Kena Imbas. (Foto: Dok. Sumber Berita)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Sistem Kementerian Keuangan Prancis dibobol peretas dengan nama samaran ZeroBytes, dan setidaknya 678 ribu orang terdampak pencurian data pajak serta data bisnis.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Pajak dan Bisnis Dicuri

Kementerian Keuangan Prancis membenarkan adanya peretasan terhadap sistem Direktorat Jenderal Keuangan Publik (DGFiP). Insiden ini terungkap setelah pelaku dengan nama samaran ZeroBytes mengeklaim serangan itu dan menjual basis data curian pada 12 Agustus di forum peretasan PwnForums.

Baca Juga:  Era Baru Komunikasi: Mengenal Kelebihan dan Kekurangan eSIM dibanding SIM Fisik

Data yang dicuri meliputi data pajak dan bisnis seperti pajak penghasilan, rasio pajak keluarga, tarif pemungutan pajak, nama perusahaan, serta nomor SIREN. Meski begitu, data akun pengguna individu dan profesional tetap aman karena identitas pengguna dan kata sandi tidak ikut dibobol.

ZeroBytes juga mengaku menembus platform sistem portal pertanahan nasional, Serveur Professionnel de Données Cadastrales (SPDC), yang memuat data kepemilikan properti seluruh negara.

Rentetan Serangan Siber di Prancis

Segera setelah serangan terdeteksi, administrasi pajak Prancis menutup akses ke sistem informasi sensitif dan menyelidiki insiden bersama Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI). Kementerian akan menghubungi seluruh pengguna terdampak melalui email atau surat resmi.

Baca Juga:  Geliat UMKM Digital: Transformasi Konten Visual Jadi Kunci Penjualan di Era AI

Insiden ini merupakan lanjutan dari rentetan peretasan di lembaga pemerintahan Prancis. Sebelumnya, pada Januari lalu 43 juta informasi pribadi dibobol dari badan ketenagakerjaan nasional France Travail, disusul peretasan 1,2 juta basis data akun bank nasional FICOBA.

Berita Terkait

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos
Samsung SDS Perluas Kemitraan AI dengan OpenAI dan Anthropic
Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta
Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031
Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
ChatGPT, Claude, dan Grok Down Serentak, Ini Teorinya

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:31 WIB

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk

Rabu, 9 September 2026 - 10:20 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Selasa, 8 September 2026 - 10:16 WIB

Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta

Senin, 7 September 2026 - 12:37 WIB

Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB