JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Sistem Kementerian Keuangan Prancis dibobol peretas dengan nama samaran ZeroBytes, dan setidaknya 678 ribu orang terdampak pencurian data pajak serta data bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data Pajak dan Bisnis Dicuri
Kementerian Keuangan Prancis membenarkan adanya peretasan terhadap sistem Direktorat Jenderal Keuangan Publik (DGFiP). Insiden ini terungkap setelah pelaku dengan nama samaran ZeroBytes mengeklaim serangan itu dan menjual basis data curian pada 12 Agustus di forum peretasan PwnForums.
Data yang dicuri meliputi data pajak dan bisnis seperti pajak penghasilan, rasio pajak keluarga, tarif pemungutan pajak, nama perusahaan, serta nomor SIREN. Meski begitu, data akun pengguna individu dan profesional tetap aman karena identitas pengguna dan kata sandi tidak ikut dibobol.
ZeroBytes juga mengaku menembus platform sistem portal pertanahan nasional, Serveur Professionnel de Données Cadastrales (SPDC), yang memuat data kepemilikan properti seluruh negara.
Rentetan Serangan Siber di Prancis
Segera setelah serangan terdeteksi, administrasi pajak Prancis menutup akses ke sistem informasi sensitif dan menyelidiki insiden bersama Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI). Kementerian akan menghubungi seluruh pengguna terdampak melalui email atau surat resmi.
Insiden ini merupakan lanjutan dari rentetan peretasan di lembaga pemerintahan Prancis. Sebelumnya, pada Januari lalu 43 juta informasi pribadi dibobol dari badan ketenagakerjaan nasional France Travail, disusul peretasan 1,2 juta basis data akun bank nasional FICOBA.









