Bitcoin Cetak Rekor Fantastis Rp1,6 Miliar: Arus Masuk ETF dan Data Inflasi AS Jadi Katalis Utama

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin Cetak Rekor Fantastis Rp1,6 Miliar ( foto ilustrasi AI )

Bitcoin Cetak Rekor Fantastis Rp1,6 Miliar ( foto ilustrasi AI )

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pasar aset digital global mencatatkan sejarah baru pada pertengahan Januari 2026 dengan Bitcoin (BTC) secara resmi menembus level psikologis baru di angka Rp1,6 miliar per koin. Kenaikan signifikan ini membawa nilai tukar Bitcoin menyentuh titik puncak di kisaran 97.500 dollar AS, didorong oleh kombinasi adopsi institusional yang masif dan kondisi makroekonomi yang stabil.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendorong utama reli harga kali ini adalah aliran dana masuk (inflow) yang luar biasa ke produk spot Bitcoin Exchange-Traded Funds (ETF) di Amerika Serikat. Laporan pasar menunjukkan bahwa ETF milik BlackRock (IBIT) mencatatkan rekor inflow sebesar Rp13,1 triliun dalam sepekan terakhir. Sementara itu, produk ETF milik Fidelity (FBTC) menyerap sekitar 351 juta dollar AS dalam satu hari perdagangan, menandakan keyakinan tinggi para investor besar terhadap potensi aset digital ini. Secara akumulatif, total aset bersih seluruh Bitcoin ETF kini telah mencapai angka Rp2.727 triliun.

Baca Juga:  Purbaya Tegaskan Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis demi Amankan Anggaran

Selain faktor institusional, sentimen positif juga dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat periode Desember 2025 yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), inflasi tahunan berada di level 2,7 persen dengan inflasi inti yang terkendali pada angka 2,6 persen. Stabilitas inflasi ini memberikan sinyal bahwa bank sentral AS (The Fed) memiliki ruang untuk mempertahankan atau menurunkan suku bunga acuan guna mendukung pertumbuhan ekonomi, sebuah kondisi yang secara historis menguntungkan aset berisiko seperti kripto.

Baca Juga:  Hambalang Memanas: Retret Kabinet Prabowo Dimulai Hari Ini, Fokus Satu Komando

Menanggapi rekor baru ini, sejumlah analis industri memproyeksikan bahwa Bitcoin berpotensi terus menguat hingga menembus angka 100.000 hingga 175.000 dollar AS sepanjang tahun 2026. Para ahli menilai bahwa struktur pasar saat ini telah bergeser ke “era institusional”, di mana Bitcoin tidak lagi digerakkan oleh spekulasi ritel semata, melainkan oleh permintaan sebagai pelindung nilai alternatif di tengah tingginya utang global. Namun, investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap volatilitas pasar dan potensi tekanan geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan harga sewaktu-waktu.

Sumber Referensi:

  • Laporan Analisis Pasar Kripto Indodax & Pintu (Januari 2026)

  • Data Ekonomi Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS)

  • Laporan Aliran Dana ETF Bitcoin Spot (Bloomberg & SoSoValue)

  • Analisis Proyeksi Harga Kripto Standard Chartered & CoinShares

Berita Terkait

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur
Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Sudaryono Ditunjuk Jadi Pengganti
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru