Jakarta, ArgumenRakyat.com — Program Srikandi Jaga Desa yang digagas sayap Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi desa, bukan sekadar penjaga Dana Desa.
Selama ini pembangunan ekonomi desa identik dengan program padat karya yang didominasi laki-laki. Srikandi Jaga Desa menyimpan potensi ekonomi yang jauh lebih besar, dengan empat peran strategis: meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, memperkuat usaha lokal, dan mengurangi kesenjangan ekonomi desa-kota.
Mengamankan Akses Pasar yang Adil
Masalah utama pendapatan desa bukan kurangnya Dana Desa, melainkan bocornya nilai tambah ke kota. Banyak produk desa seperti porang, kopi, dan batik tulis dijual murah kepada tengkulak karena petani takut berkontrak dan tidak memahami legalitas.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Pendampingan hukum sederhana dapat mengubah posisi itu, mulai dari cara membuat kontrak jual beli yang adil, pembentukan koperasi, hingga sertifikasi halal dan pendaftaran kekayaan intelektual untuk merek desa. Ketika petani memiliki kekuatan hukum, harga jualnya berpeluang naik.
Mencegah Kebocoran Dana Produktif
Pendampingan hukum memastikan Dana Desa yang dialokasikan untuk badan usaha milik desa, embung, atau irigasi benar-benar tepat sasaran dan tidak terjerat korupsi. Setiap Rp100 juta Dana Desa yang selamat dari penyimpangan adalah Rp100 juta yang menjadi pendapatan bergilir bagi warga.
Peran berikutnya menciptakan lapangan kerja melalui kepastian hukum atas status tanah kas desa, legalitas badan usaha milik desa, dan perizinan usaha mikro; bagi investor, jaminan tidak digugat di kemudian hari lebih dibutuhkan daripada insentif pajak. Srikandi Jaga Desa juga dapat bekerja sama dengan Kejaksaan melalui program Rumah Restorative Justice dan Balai Rehabilitasi. Pelaku tindak pidana ringan dan pecandu yang direhabilitasi diarahkan mengikuti pelatihan kerja di badan usaha milik desa, bukan dipenjara, sehingga beban sosial berubah menjadi tenaga kerja produktif untuk pengolahan sampah, budi daya magot, atau kerajinan.
Di banyak daerah, pemilik usaha kecil merasa produknya bagus tetapi namanya tak dikenal. Sebagian memilih tampil di depan kamera dan bercerita: bagaimana usahanya dimulai, kegagalan pertama, dan alasan ia bertahan. Bukan iklan, hanya cerita. Perlahan namanya disebut orang, dan pesanan datang dengan menyebut “yang videonya itu”.
Cerita yang terekam baik punya usia panjang. Ia bisa dipotong menjadi klip pendek, ditulis ulang menjadi artikel, lalu dioptimasi agar muncul saat orang mencari kata kunci terkait. Strategi konten yang rapi membuat digital marketing tidak berhenti di unggahan, tetapi membangun kepercayaan melalui SEO, konsistensi, dan pesan yang jujur.
Dimensia Creative membantu produksi konten video, live streaming, dan pengelolaan strategi digital marketing agar cerita usaha tampil profesional. Podcast Kusieh Bendi menjadi wadah personal branding pengusaha, tokoh, dan narasumber yang ingin gagasannya dicatat publik. Mulai dari WhatsApp 0812-6349-2788, kunjungi dimensiacreative.com, dan baca dimensiacreative.com/proposal untuk rencana podcast.









