Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Sejumlah peneliti Google DeepMind mengundurkan diri karena menolak teknologi kecerdasan buatan yang mereka kembangkan dipakai untuk operasi militer, salah satunya insinyur riset asal Inggris Sofia Ligouri pekan lalu.

Ligouri menyampaikan kekhawatirannya atas kontrak antara Google dan militer yang tengah berjalan, termasuk kerja sama dengan militer Amerika Serikat dan Israel. Ia telah bekerja di perusahaan itu selama tiga tahun.

“Menyadari bahwa perusahaan tempat saya bekerja semakin mendorong penggunaan sistem AI dalam operasi militer membuat saya merasa malu bekerja di Google,” kata Ligouri dalam wawancara dengan media internasional, Kamis (22/10).

Baca Juga:  Platform Cek NIK-Nomor HP Batal Rilis Usai Disalahgunakan

Khawatir Keputusan Tanpa Manusia

Kekhawatiran serupa disampaikan peneliti Andreas Krisch yang mundur pada awal bulan ini. Menurut dia, tata kelola dan pengawasan Google belum memadai untuk menerapkan AI secara aman dan bertanggung jawab di lingkungan operasi militer yang bersifat rahasia.

“Google tampaknya tidak memiliki hak untuk mengendalikan atau memveto cara Pentagon menggunakan AI mereka,” kata Krisch.

Baca Juga:  Pesawat Listrik Terbesar Dunia Terbang Perdana di New York

Tanggapan Google

Juru bicara Google menyatakan perusahaan bekerja sama dengan organisasi sektor publik di seluruh dunia dan mengikuti proses yang konsisten dalam meninjau kontrak, termasuk kepatuhan terhadap kebijakan penggunaan yang dapat diterima serta prinsip AI perusahaan.

Pengamat menilai kesepakatan AI untuk pertahanan yang ditandatangani tahun ini memperluas cakupan penggunaan teknologi oleh Pentagon. “AI memangkas waktu yang dimiliki seorang operator untuk mengambil keputusan karena AI bekerja jauh lebih cepat daripada manusia,” kata Sarah Shoker, eks kepala tim Geopolitik OpenAI.

Berita Terkait

iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko
Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan
Hacker Jalankan iOS 16 di Ponsel Android untuk Pertama Kali
Robot Vacuum Bisa Rekam Rumah hingga Curi Data Pribadi
AI Prediksi Peluang Hidup Pasien Kanker dari Selfie
Chrome Kini Peringatkan Pengguna soal Situs Palsu
Komdigi Minta Klarifikasi Meta soal Jawaban AI
AS Larang Instansi Pemerintah Pakai AI DeepSeek

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:55 WIB

iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Hacker Jalankan iOS 16 di Ponsel Android untuk Pertama Kali

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Robot Vacuum Bisa Rekam Rumah hingga Curi Data Pribadi

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB