Jakarta, ArgumenRakyat.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta klarifikasi kepada Meta setelah jawaban Meta AI di Threads dikaitkan dengan dugaan pembatasan konten kebakaran hutan dan lahan.
Jawaban AI Bukan Pernyataan Resmi
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Mediodecci Lustarini menegaskan jawaban yang dihasilkan Meta AI tidak dapat dianggap sebagai pernyataan resmi perusahaan, apalagi dijadikan bukti instruksi pemerintah tanpa dokumen atau konfirmasi yang dapat diverifikasi.
“AI dapat membantu masyarakat mencari dan memahami informasi, tetapi jawabannya tidak selalu benar,” jelas Mediodecci dalam keterangan resminya, Jumat (23/10).
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Ia menyebut fenomena jawaban yang terdengar meyakinkan meskipun tidak didukung fakta akurat sebagai halusinasi AI. Karena itu, setiap informasi penting tetap harus diperiksa melalui sumber yang kredibel, terutama jika menyangkut kebijakan pemerintah atau tuduhan terhadap pihak tertentu.
Imbau Prinsip Trust but Verify
Komdigi mengajak masyarakat menerapkan prinsip trust but verify, yaitu memanfaatkan AI secara kritis dengan memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan tidak langsung menyebarkan jawaban AI yang belum terkonfirmasi.
Sebelumnya, Meta AI di platform Threads mengakui Instagram memblokir sejumlah akun demo dan konten kritik atas permintaan hukum dari Komdigi pada Rabu (21/10). Komdigi sendiri menegaskan tidak pernah meminta platform menurunkan maupun membatasi konten.
Komdigi juga meminta platform digital meningkatkan transparansi penggunaan AI serta pengelolaan algoritma, termasuk pelabelan konten buatan AI dan mekanisme pengaduan yang mudah diakses pengguna. “Prinsip moderasi itu bukan pada akunnya, namun pada konten apa yang disebarkan,” tegas Mediodecci.









