Jakarta, ArgumenRakyat.com — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengajak pelaku ekonomi kreatif daerah berani membidik pasar lebih luas dengan mengandalkan keunikan produk, kekuatan identitas lokal, dan pemanfaatan platform digital.
Ajakan itu disampaikan Irene dalam sesi kreatif bertajuk Local Roots on the Rise: How Local Brands Win the Market pada hari ketiga The 5th World Conference on Creative Economy 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Ia menilai keunikan dan autentisitas produk lokal menjadi peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.
Jangan Berhenti di Pasar Domestik
“Dengan kekuatan sosial media, kekuatan digital space, jangan targetkan 280 juta audience, tapi target lah 8 miliar audience yang ada di luar sana di seluruh dunia, maka Indonesia bisa menjadi brand yang terdepan,” kata Irene. Menurutnya, pelaku usaha dapat mengolah kekayaan bahan baku nusantara, termasuk bahan alam dan ramuan herbal, menjadi produk bernilai tambah yang relevan dengan kebutuhan konsumen modern.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Kolaborasi Merek, Platform, dan Pemerintah
Irene menekankan pengembangan merek lokal membutuhkan kolaborasi pelaku usaha, platform digital, dan pemerintah agar akses pasar meluas. “Berbeda dari sektor lain, ide tidak akan pernah habis, bahan bakarnya akan terus mengalir selama para pelaku ekraf bergerak bersama,” ujarnya.
Kreator konten sekaligus pendiri Mother of Pearl, Tasya Farasya, menyoroti pentingnya kepercayaan konsumen dan inovasi. “Semakin kita bertumbuh, semakin banyak pula influencer, affiliate, hingga tim kreatif yang terlibat,” katanya. Dari sisi platform, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menjelaskan peran niaga elektronik dalam membantu usaha mikro memperluas jangkauan pasar.
Cerita yang paling sering muncul di ruang pelatihan bukanlah soal modal besar, melainkan soal keberanian memulai dokumentasi. Seorang perajin di kabupaten kecil merekam sepuluh menit proses membatik, lalu mengunggahnya tanpa naskah. Dalam hitungan bulan, pesanan datang dari luar provinsi karena pembeli melihat sendiri cara karyanya dibuat.
Video dan foto yang terdokumentasi rapi membuat sebuah usaha memiliki arsip cerita yang bisa dipakai bertahun-tahun. Di sinilah strategi konten berperan: setiap unggahan menambah bahan bakar untuk optimasi mesin pencari dan memperkuat kepercayaan calon pembeli. Digital marketing tidak lagi soal ramai sesaat, tetapi soal jejak yang menumpuk dan mudah ditemukan.
Dimensia Creative mendampingi pelaku ekonomi kreatif menyusun produksi konten video, siaran langsung, dan strategi digital marketing yang berkelanjutan. Diskusi awal bisa melalui WhatsApp 0812-6349-2788 atau langsung di dimensiacreative.com. Dimensia Creative percaya merek lokal layak tampil setara.
Selain itu, Podcast Kusieh Bendi menyediakan ruang bagi pemilik merek dan tokoh daerah untuk membangun personal branding lewat perbincangan panjang: bagaimana produk lahir, apa yang gagal, dan mengapa cerita lokal penting. Rencana kolaborasi bisa dilihat di dimensiacreative.com/proposal.









