Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prajurit TNI bersenjata saat operasi di hutan Papua. (Foto: Dok. iNews)

Prajurit TNI bersenjata saat operasi di hutan Papua. (Foto: Dok. iNews)

Jayapura, ArgumenRakyat.com — Dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan personel Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema di sekitar Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (23/10/2026).

Patroli Kewilayahan Berujung Baku Tembak

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto di Jayapura, Sabtu, menjelaskan bahwa kontak tembak terjadi ketika tim melakukan patroli kewilayahan menindaklanjuti informasi keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman masyarakat.

“Saat dilakukan pemeriksaan, kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan ke arah aparat sehingga terjadi baku tembak,” ujar Riyanto.

Baca Juga:  Kontak Tembak TNI-OPM di Maybrat, 3 Anggota Tewas

Menurut Riyanto, dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata tewas di lokasi kejadian, sementara rekan-rekannya melarikan diri. Identitas kedua korban masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Barang Bukti yang Diamankan

Dari lokasi kejadian, prajurit mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, senjata tajam, 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi HT, dokumen, atribut kelompok, serta uang tunai Rp88 juta.

Baca Juga:  KPK Sita Rp106,3 Miliar di OTT ATR/BPN, 8 Tersangka

Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna menambahkan bahwa aparat juga menyita persenjataan yang ditinggalkan kelompok tersebut. Ia menegaskan penindakan dilakukan untuk menjaga keamanan warga di wilayah Papua Pegunungan.

Riyanto menegaskan setiap tindakan prajurit dilakukan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai aturan pelibatan dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. “Jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka, hentikan kekerasan,” katanya.

Berita Terkait

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat
BNPB: 253 Daerah Rawan Banjir, 202 Rawan Longsor
Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:29 WIB

BNPB: 253 Daerah Rawan Banjir, 202 Rawan Longsor

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Berita Terbaru

Waspada Situs Palsu iPhone Duo Incar Pembeli FOMO. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Waspada Situs Palsu iPhone Duo Incar Pembeli FOMO

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:45 WIB

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat. (Foto: Dok. ANTARA)

Ekonomi

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:34 WIB

BNPB: 253 Daerah Rawan Banjir, 202 Rawan Longsor. (Foto: Tribunnews)

Nasional

BNPB: 253 Daerah Rawan Banjir, 202 Rawan Longsor

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:29 WIB

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB