JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kucing memiliki bulu tebal yang menjaga kehangatan tubuhnya, tetapi bukan berarti hewan ini kebal terhadap udara dingin dan tetap bisa merasa kedinginan.
Bulu memang berfungsi menahan panas, namun kemampuannya berbeda pada setiap kucing. Anak kucing, kucing senior, kucing bertubuh kurus, berbulu tipis, atau sedang sakit lebih rentan merasa tidak nyaman ketika suhu turun.
Batas Suhu yang Perlu Diperhatikan
Merujuk penjelasan PetMD soal toleransi suhu, kucing yang sudah tua, masih kecil, kurus, berbulu tipis, atau sedang sakit biasanya mulai gelisah pada suhu 15–16 derajat Celsius. Pada suhu 7–10 derajat Celsius, banyak kucing sudah merasa terlalu dingin bila terpapar dalam waktu lama.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Kondisi jauh lebih berbahaya ketika suhu mencapai nol derajat Celsius atau lebih rendah. Paparan udara beku di luar ruangan bisa memicu hipotermia hingga radang dingin, terutama jika tubuh kucing dalam kondisi basah atau terkena angin.
Ciri Kucing Sedang Kedinginan
Menurut keterangan Purina soal perilaku kucing, hewan yang kedinginan biasanya tidur dengan tubuh meringkuk rapat, kaki diselipkan ke bawah tubuh, dan ekor dipakai menutupi bagian tubuh atau hidungnya. Posisi itu membantu mengurangi panas yang keluar dari tubuh.
Tanda lain adalah kebiasaan berpindah ke tempat yang lebih hangat, misalnya dekat jendela yang terkena sinar matahari, di atas selimut, atau di pangkuan pemiliknya. Kucing yang kedinginan juga bisa terasa dingin pada telinga dan kakinya, menggigil, lalu menjadi lemas dan kurang aktif.
Sebagai langkah aman, pemilik disarankan membawa kucing masuk ke dalam rumah saat cuaca dingin dan menyediakan tempat tidur yang kering serta hangat. Perhatikan pula perilaku hariannya, karena meringkuk saja tidak selalu berarti kedinginan dan bisa jadi posisi tidur biasa jika tidak disertai tanda lain.









