Malware Mantax Otax Asal Indonesia Intip Chat WhatsApp

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malware Mantax Otax Asal Indonesia Intip Chat WhatsApp. (Foto: CNN Indonesia)

Malware Mantax Otax Asal Indonesia Intip Chat WhatsApp. (Foto: CNN Indonesia)

[JAKARTA], ArgumenRakyat.com — Perusahaan keamanan siber Zimperium mengungkap malware Android baru bernama Mantax Otax yang dijalankan operator Indonesia dan bisa mengintip chat WhatsApp.

Malware ini menggabungkan kemampuan ransomware dan spyware untuk mengunci file serta mencuri data sensitif korban. Operatornya mendistribusikan APK berbahaya di luar Google Play Store melalui pesan phishing dan rekayasa sosial.

Setelah terpasang di perangkat Android, malware meminta izin layanan Aksesibilitas yang memberinya kontrol luas. Malware kemudian mengambil domain infrastruktur command and control dari GitHub dan mengirim informasi korban seperti lokasi, operator seluler, versi Android, serta ID perangkat.

Baca Juga:  BSSN: Data yang Beredar di Internet Bukan Kebocoran Baru

“Indikator bahasa dan berkas yang didapatkan dari korban menunjukkan bahwa pelaku ancaman secara khusus menyasar target di Indonesia,” tulis Zimperium dalam laporannya.

Menyasar Android Versi Lawas

Modul ransomware Mantax Otax hanya dapat dijalankan pada Android 9 atau lebih lawas. Sebab, fitur keamanan Scoped Storage di Android 10 dan versi lebih baru membatasi kemampuan enkripsi ke direktori file eksternal.

Meski begitu, fitur spyware tetap berbahaya. Peneliti menemukan malware ini dapat mencuri PIN screen lock, membaca SMS dan OTP, mengakses log panggilan, kontak, riwayat browsing, informasi akun Google, hingga lokasi pengguna.

Baca Juga:  Virtus Soroti Tata Kelola Data di Tengah Isu Perlambatan AI

Bisa Ambil Foto Korban

Malware juga dapat mengintip chat WhatsApp dan Telegram melalui simulasi interaksi pada layanan Aksesibilitas. Selain itu, kamera perangkat dapat diaktifkan untuk mengambil foto dan mengirimkannya ke operator.

Pengguna diminta berhati-hati mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi dan memeriksa izin aksesibilitas yang diminta aplikasi. Pembaruan sistem Android ke versi terbaru juga disarankan untuk menutup celah keamanan.

Berita Terkait

Pertamina Hadirkan 50 UMKM Binaan di SMEXPO Bekasi
Kolaborasi Shopee dan no na Warnai Kampanye 11.11
Bocoran iPhone Air 2: Dua Kamera dan Chip 2nm
Pakar UGM Ingatkan Risiko AI untuk Siswa Sekolah Dasar
Agam Terbitkan 15.388 Izin Usaha dalam Sembilan Bulan
Campuspreneur Dorong Mahasiswa IPB Jadi Eksportir Muda
Internet Rumah 100 Mbps Ditargetkan di Bawah Rp200 Ribu
Raksasa AI Janji Media Bisa Tolak Konten untuk Latih AI

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:35 WIB

Pertamina Hadirkan 50 UMKM Binaan di SMEXPO Bekasi

Senin, 2 November 2026 - 11:29 WIB

Kolaborasi Shopee dan no na Warnai Kampanye 11.11

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WIB

Bocoran iPhone Air 2: Dua Kamera dan Chip 2nm

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Pakar UGM Ingatkan Risiko AI untuk Siswa Sekolah Dasar

Minggu, 1 November 2026 - 11:13 WIB

Agam Terbitkan 15.388 Izin Usaha dalam Sembilan Bulan

Berita Terbaru

Amfiteater INS Kayutanam di Kabupaten Padang Pariaman. (Foto: INS Kayutanam (CC BY-SA 4.0))

Opini

Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam

Senin, 2 Nov 2026 - 18:10 WIB

Narasumber podcast Kusieh Bendi membahas independensi advokat. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Hukum

Advokat Payakumbuh Tolak Jalan Pintas KKN di Pengadilan

Senin, 2 Nov 2026 - 17:58 WIB

Ilustrasi kompleks pondok pesantren. (Foto: Wikimedia Commons/CC0)

Nasional

Ponpes Sukoharjo Digeledah, Foksi Minta Warga Tenang

Senin, 2 Nov 2026 - 12:02 WIB

550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran. (Foto: Dok. iNews)

Ekonomi

550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran

Senin, 2 Nov 2026 - 11:57 WIB