WhatsApp Uji Fitur Label Chat Penipuan, Begini Cara Kerjanya

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WhatsApp Uji Fitur Label Chat Penipuan, Begini Cara Kerjanya. (Foto: CNN Indonesia)

WhatsApp Uji Fitur Label Chat Penipuan, Begini Cara Kerjanya. (Foto: CNN Indonesia)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — WhatsApp tengah menguji fitur baru bernama Scam Alert yang mampu memberikan peringatan ketika pesan yang diterima pengguna terindikasi sebagai penipuan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fitur opsional ini menggunakan model machine learning yang berjalan langsung di perangkat untuk mendeteksi pesan yang berpotensi scam. Meta menyebut Scam Alert masih diluncurkan secara terbatas dalam versi Beta sebelum nantinya tersedia untuk seluruh pengguna WhatsApp.

Cara Kerja Scam Alert

Scam Alert tidak aktif secara otomatis, pengguna harus mengaktifkannya terlebih dahulu. Setelah diaktifkan, WhatsApp akan mengunduh model machine learning ke perangkat. Model tersebut kemudian mengklasifikasikan pesan masuk dari nomor tidak tersimpan berdasarkan pola modus penipuan yang telah diketahui.

Baca Juga:  Kedaulatan Harga Mati! DPR RI Desak Perlindungan Total Data Warga dalam Arus Lintas Negara

Model ini dilatih menggunakan pola percakapan penipuan dari laporan pengguna. Sistem melakukan klasifikasi probabilistik dengan mempertimbangkan struktur percakapan dan sinyal linguistik. Jika pesan teridentifikasi sebagai upaya penipuan, WhatsApp menampilkan peringatan di dalam chat yang hanya dapat dilihat oleh penerima.

Baca Juga:  Makin Canggih, Tren Kreator Podcast Gunakan AI Voice Synthesis untuk Efisiensi Produksi

Deteksi Berjalan di Perangkat

“Scam Alert adalah fitur baru dan opsional yang menjalankan model machine learning di perangkat untuk memperingatkan pengguna tentang potensi pesan penipuan,” tulis Meta.

Meta menekankan proses deteksi dilakukan sepenuhnya di perangkat. Pesan yang dianalisis tidak dikirim keluar untuk klasifikasi dan tidak otomatis dilaporkan. Pengguna dapat memblokir, melaporkan, atau menandai chat sebagai tepercaya bila sistem keliru memberi peringatan.

Berita Terkait

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos
Samsung SDS Perluas Kemitraan AI dengan OpenAI dan Anthropic
Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta
Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031
Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
ChatGPT, Claude, dan Grok Down Serentak, Ini Teorinya

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:31 WIB

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk

Rabu, 9 September 2026 - 10:20 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Selasa, 8 September 2026 - 10:16 WIB

Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta

Senin, 7 September 2026 - 12:37 WIB

Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB