PKP Bangun 360 Huntap Korban Bencana di Agam

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Foto: Dok. ANTARA)

Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Foto: Dok. ANTARA)

LUBUK BASUNG, ArgumenRakyat.com — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membangun 360 unit hunian tetap (huntap) terpadu pada 2026 bagi korban bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada akhir 2025, dikutip dari antaranews.com.

Huntap Dibangun di Dua Lokasi

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Minggu, menjelaskan 360 unit huntap dibangun di dua lokasi. Sebanyak 280 unit di lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Inang Sari Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, dan 80 unit di lahan milik Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Kecamatan Palembayan.

Baca Juga:  Pemkab Agam Mulai Bangun 16 Jembatan Rusak Pascabencana

"Pembangunan sedang dalam proses tender dan berkemungkinan pertengahan bulan September sudah selesai tender, sehingga pembangunan bisa dimulai," kata Rinaldi.

Ia menyebut lokasi BBI Gumarang diperuntukkan bagi penyintas khusus di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan. Sementara Sungai Jariang untuk penyintas Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, dan lainnya.

Total 620 Unit Huntap pada 2026

Menurut Rinaldi, terdapat 298 penyintas di luar Kecamatan Palembayan yang bersedia pindah ke Sungai Jariang. Pada 2026 juga dibangun 180 unit huntap bantuan Yayasan Buddha Suci atas arahan Kementerian PKP, serta 100 unit dari Baznas pusat.

Baca Juga:  Menembus Isolasi Buluh Kasok: Proyek Jalan TMMD Kodim 0306 Dipacu di Tengah Terik Harau

Dengan demikian, total 620 unit huntap dibangun tahun ini dan berpeluang bertambah dari donatur. Standar pembangunannya sama, dengan pilihan bata interlock atau sepablock dari PT Semen Padang serta Rumah Anti Gempa (RAG) dari Universitas Andalas.

Berita Terkait

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi
Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga
Dua Petinju Pariaman Ikut Kejurnas Tinju Piala Menko IPK
Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial
Semen Padang FC Naik ke Posisi Kelima Klasemen
Ngopi Pagi Pemuda dan Pemimpin Payakumbuh Kian Jauh
Mahasiswi PNP Tewas Ditabrak di Batam, Pengemudi Diamankan
ASN Payakumbuh Tewas Kecelakaan Saat Dinas ke Jambi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Dua Petinju Pariaman Ikut Kejurnas Tinju Piala Menko IPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Semen Padang FC Naik ke Posisi Kelima Klasemen

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Ngopi Pagi Pemuda dan Pemimpin Payakumbuh Kian Jauh

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB