ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan belasungkawa yang sangat mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pesan duka cita resmi yang disampaikan oleh putri proklamator Bung Karno tersebut secara khusus disiarkan secara luas oleh stasiun televisi nasional di Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jenazah Khamenei tiba di Bandara Internasional Najaf pada Selasa (7/7) malam setelah sebelumnya menjalani prosesi penghormatan besar-besaran di kota suci Qom, Iran. Kedatangan jenazah tersebut disambut langsung oleh jajaran pejabat dan politisi senior Irak, dengan didampingi oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Adapun Irak telah mengumumkan hari Rabu (8/7), sebagai hari libur nasional, dengan upacara pemakaman Khamenei dimulai pukul 06.00 pagi (0300 GMT) di Najaf.
Diketahui, rekaman video ungkapan duka cita tersebut diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar Iran yang berada di Jakarta. Saluran televisi nasional Iran pun telah menyiarkan pesan belasungkawa dari Megawati ini di tengah momentum pelaksanaan upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang sedang berlangsung di negara tersebut.
Megawati menyampaikan ungkapan duka cita tersebut dalam kapasitasnya sebagai sahabat dekat dari seluruh rakyat Iran. Momen ini mengemuka menyusul kabar wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, sebuah peristiwa duka yang dinilai Megawati tidak hanya mengejutkan masyarakat Iran, melainkan juga mengguncang hati masyarakat internasional yang senantiasa mendambakan penegakan kedaulatan dan keadilan.
“Hari ini dengan hati penuh dukacita mendalam dan dengan rasa hormat saya Megawati Soekarno Putri Presiden kelima Republik Indonesia dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus sebagai putri Dr Ir Soekarno atau yang terkenal disebut Bung Karno… menyampaikan pesan ini sebagai seorang sahabat terhadap rakyat Iran,” ujar Megawati dalam pernyataan resminya [00:08].
Megawati menegaskan bahwa kepergian pemimpin spiritual tersebut merupakan kehilangan yang sangat besar bagi pilar keadilan global. Ia turut menguraikan kedekatan emosional dan historis yang terjalin erat, terutama karena mendiang Ayatollah Ali Khamenei merupakan sosok yang mengagumi pemikiran pemikiran Bung Karno sejak usia muda.
“Wafatnya yang mulia Ayolah Ali Kameini bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” tutur Megawati mengekspresikan kedukaan yang mendalam [00:49].
Lebih lanjut, Megawati mengenang kembali momen bersejarah saat dirinya melakukan kunjungan kerja resmi ke Teheran pada tahun 2004 silam ketika masih menjabat sebagai kepala negara. Pertemuan tatap muka langsung tersebut meninggalkan kesan yang sangat membekas akan karisma besar dan keteguhan prinsip dari sang pemimpin besar Iran.
“Oleh karenanya ketika hari ini kita melepas kebergian beliau saya tidak hanya merasakan kehilangan seorang pemimpin Iran akan tetapi juga seorang penjaga api perjuangan dunia ketiga,” ucap Megawati menambahkan refleksi historisnya.
Sebagai penutup pernyataan resminya, Megawati melayangkan doa yang paling tulus agar seluruh rakyat beserta para pemimpin Iran diberikan ketabahan dan kekuatan persatuan untuk melewati masa-masa sulit pasca-kehilangan sang tokoh bangsa. Beliau juga berharap agar warisan perdamaian tetap dijaga.
“Selamat jalan saudaraku yang mulia Ayatollah Ali Kameni kami melepas kepergian-Mu dengan doa rasa hormat dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu,” tegas Megawati dengan penuh rasa hormat.









