Wamensesneg Jelaskan Sumber Dana Sapi Kurban Presiden

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prabowo Subianto (Dok. Instagram @prabowo)

Foto: Prabowo Subianto (Dok. Instagram @prabowo)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Istana kembali menjadi sorotan terkait pembiayaan ribuan hewan kurban menjelang Iduladha. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menegaskan bahwa pengadaan 1.098 ekor sapi yang disalurkan Presiden Prabowo Subianto sepenuhnya disokong oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Total dana yang digelontorkan untuk aksi sosial ini menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp100 miliar.

Menurut penjelasan birokrasi, fluktuasi harga di setiap wilayah sangat bergantung pada bobot ternak dan letak geografis pengadaan. Menjawab diskursus publik mengenai transparansi alokasi tersebut, Juri Ardiantoro memberikan klarifikasi teoretis dan eksplikatif:

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar,” kata Juri dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5) sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga:  Negara Makin Kuat, Pasar Makin Dikontrol: Rakyat Diuntungkan atau Dibatasi?

Melalui skema bantuan kemasyarakatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan distribusi hewan kurban menjangkau seluruh pelosok daerah secara proporsional. Namun di sisi lain kritik tajam juga mengarah kepada Istana, terutama Presiden. Karena tidak menggunakan uang pribadi dalam berkurban.

Berita Terkait

Purbaya Dijadwalkan Bertemu Pimpinan BI Pasca-Mundurnya Perry Warjiyo, Kemenkeu Matangkan Agenda KSSK
Purbaya Tegaskan Kas DKI Masih Melimpah, Pertanyakan Rencana Penerbitan Obligasi
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Tak Lagi Disamaratakan, BGN Formulasi Ulang Insentif SPPG Berbasis Operasional
Tangan Besi Pengumpul Pajak: Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Menjangkau Shadow Economy
Media Wahyudi Askar Kritik Target Penerima Makan Bergizi Gratis: Sebut Kebijakan Tidak Berbasis Data
Hikayat Menara Delapan Penjuru: Riwayat Syiar Islam di Nagari Kubang
Sepenggal Cerita Mengenang Kepergian Buya Malin Putiah

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:40 WIB

Purbaya Dijadwalkan Bertemu Pimpinan BI Pasca-Mundurnya Perry Warjiyo, Kemenkeu Matangkan Agenda KSSK

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:32 WIB

Purbaya Tegaskan Kas DKI Masih Melimpah, Pertanyakan Rencana Penerbitan Obligasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:25 WIB

Tak Lagi Disamaratakan, BGN Formulasi Ulang Insentif SPPG Berbasis Operasional

Senin, 20 Juli 2026 - 13:58 WIB

Tangan Besi Pengumpul Pajak: Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Menjangkau Shadow Economy

Berita Terbaru