Harimau Sumatra Berhasil Diamankan BKSDA di Jorong Batang Palupuah, Setelah Mangsa Ternak Warga

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Harimau Masuk Perangkap di Jorong Batang Palupuah, Kab. Agam (BKSDA Agam)

Dok. Harimau Masuk Perangkap di Jorong Batang Palupuah, Kab. Agam (BKSDA Agam)

ARGUMENRAKYAT.COM, AGAMBelum reda dari percakapan publik atas jeratan maut yang merundung harimau Sumatra betina berusia 11 bulan di Pasaman Kamis lalu, konflik ruang antara manusia dan predator puncak kembali pecah. Kali ini, lanskap bergeser ke Jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Aktivitas antropogenik yang kian agresif mendesak zona penyangga hutan disinyalir menjadi pemantik utama sang raja rimba turun gunung demi bertahan hidup.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rentetan teror bermula pada Selasa, 19 Mei lalu, saat warga dikejutkan oleh hilangnya ternak secara misterius. Ekskalasi ketegangan meningkat ketika beberapa peladang bersitatap langsung dengan sang karnivora di area perkebunan. Merespons kepanikan massa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera mengonstruksi taktik defensif.

Baca Juga:  Haul ke-77 Tan Malaka, Momentum Menghidupkan Kembali Tradisi Berpikir Kritis

Langkah represif-konservatif pun diambil. Petugas memasang perangkap guna memitigasi risiko fatal bagi kedua belah pihak. “Setelah itu BKSDA melakukan penanganan dengan memasang kandang jebak,” ujar Ade Putra, Kepala BKSDA Resort Kab. Agam, saat diwawancarai argumenrakyat.com, Sabtu, 23 Mei 2026.

Melalui rapat evaluasi, kepastian nasib satwa tersebut akhirnya benderang. “Setelah itu, rapat pada Jumat 22 mei harimau masuk kandang jebak dengan kelamin betina dan berusia dibawah 2 tahun,” cetus Ade. Evaluasi klinis menunjukkan bahwa satwa terancam punah ini tidak mengalami cedera struktural akibat proses koersi tersebut. “Untuk kondisi dari Harimau Sumatra sekarang sehat,” tambah Ade, legawa. Demi menjamin pemulihan psikologis dan keselamatan jangka panjang, otoritas berwenang segera memindahkan satwa tersebut. “Dan sudah dievakuasi ke Kebun Binatang Kandih di Sawahlunto,” ungkap Ade.

Baca Juga:  Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari

Guna mencegah repetisi tragedi di wilayah agraris ini, pihak berwenang merilis maklumat preventif. Sembari memantau fluktuasi pergerakan satwa lain di koridor hijau Agam, Ade menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan kolektif masyarakat lokal. “Kami dari BKSDA menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati ketika beraktivitas di kebun atau sawah, dan juga dalam mengkandangkan ternaknya dengan aman, dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kemunculan harimau ke petugas,” demikian Ade memungkasi penjelasannya.

Berita Terkait

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Sebabkan Kemacetan di Jalur Padang–Painan
TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Tewas Ditembak OPM di Yahukimo

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:27 WIB

Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:22 WIB

Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo

Berita Terbaru