Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Terus Berlanjut, Target Operasional Penuh Agustus 2026

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Terus Berlanjut, Target Operasional Penuh Agustus 2026. Source: Google/Suara Karya

Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Terus Berlanjut, Target Operasional Penuh Agustus 2026. Source: Google/Suara Karya

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terus melanjutkan uji coba jalur LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Jakpro sudah melakukan uji coba atau testing and commissioning (T&C) ini sejak 30 April 2026. Hari ini, Senin (18/5/2026), Jakpro masih melanjutkan proses ini.

Uji Coba Bertahap dari Velodrome ke Pasar Pramuka

Tim teknis Jakpro melakukan uji coba secara bertahap. Mereka memulai dari segmen lintasan sepanjang 3,6 kilometer. Ruas itu menghubungkan Stasiun Velodrome Rawamangun ke Stasiun Pasar Pramuka. Selanjutnya, para teknisi menguji seluruh komponen dan subsistem secara sistematis. Mereka memeriksa jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. Dengan cara ini, mereka memastikan kesiapan teknis sebelum pihak operator membuka layanan komersial untuk masyarakat.

Direktur PT Jakpro Iwan Takwin menegaskan pentingnya tahapan T&C. Ia menyampaikan, “Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta.” Masyarakat akan mengandalkan LRT Jakarta setiap harinya. Oleh karena itu, ia menambahkan, “Tahapan T&C ini harus dipersiapkan secara sangat matang.” Kemudian, Jakpro berkomitmen menyelesaikan proyek ini secepat mungkin. Namun, perusahaan tidak mau mengorbankan keselamatan, kualitas, dan keandalan layanan.

Baca Juga:  Ribuan Buruh "Kepung" Istana: Tuntut UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp6 Juta, Sebut Rp5,7 Juta Tak Manusiawi

Pramono Anung: Keselamatan Prioritas Utama

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga angkat bicara. Dalam pernyataannya pada Minggu (17/5/2026), ia memastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Pramono menjelaskan bahwa LRT rute Velodrome-Manggarai kini memasuki tahap commissioning. Ia menegaskan, “Keamanan untuk LRT, MRT itu top priority.” Lebih lanjut, ia mengatakan, “Walaupun dikebut sebenarnya bukan dikebut, karena memang harus selesai pada bulan Agustus nanti sudah full operasi. Dan itu memang sudah ditetapkan.”

Setelah itu, ia menambahkan, “Maka kenapa sekarang ini sudah mulai commissioning. Dalam uji coba ada yang rangkaiannya berapa, headway-nya berapa, itulah yang dilakukan sekarang.” Di sisi lain, Pramono berharap layanan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai dapat beroperasi penuh sesuai target. Ia pun menegaskan, “Harapan saya nanti Agustus begitu diresmikan akan beroperasi sepenuhnya.”

Proyek Rp11,5 Triliun dengan 11 Stasiun

Proyek LRT Jakarta Fase 1B ini memiliki total panjang jalur sekitar 12,2 kilometer. Jalur ini akan melayani 11 stasiun. Nilai investasinya mencapai Rp11,5 triliun. Setelah beroperasi komersial pada Agustus 2026 nanti, penambahan jalur ini akan mengangkut puluhan ribu penumpang setiap hari. Para perencana memproyeksikan angka tersebut. Dengan demikian, koridor baru ini akan mengurangi kepadatan lalu lintas di ibu kota. Selain itu, kehadirannya juga memperkuat konektivitas antarwilayah. LRT Jakarta pun akan mengintegrasikan transportasi publik di Jakarta. Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Pramono Anung. Ia ingin Jakarta memenuhi indikator kota global yang modern, maju, berkelanjutan, dan nyaman dihuni.

Baca Juga:  Polemik Meluas: Pembatasan BBM Bersubsidi di SPBU Mulai Diberlakukan, Rakyat Keluhkan Kendala Sistem

Pramono Buka Peluang Perpanjangan ke PIK 2 dan Bandara

Lebih lanjut, Pramono juga membuka peluang strategis. Ia ingin memperluas jangkauan layanan LRT Jakarta hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Bahkan, ia ingin LRT terhubung langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Pramono menyampaikan rencana ambisius ini saat meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, pada Minggu (17/5/2026). Ia mengaku sudah menjalin komunikasi awal dengan pihak swasta. Mereka akan merealisasikan konektivitas ini. Tujuan akhirnya, mereka ingin menyempurnakan sistem loop transportasi massal di Jakarta.(**) 

Berita Terkait

Prabowo Tetapkan AHY Sebagai Nahkoda Baru Proyek Whoosh: Struktur Komite Mengalami Perombakan Besar
Dudy Purwagandhi: Mengurai Benang Kusut Ribuan Titik Perlintasan Ilegal
UPDATE Tragedi Maut di Stasiun Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka, Arus Lalin KRL Masih Terganggu
Polemik Meluas: Pembatasan BBM Bersubsidi di SPBU Mulai Diberlakukan, Rakyat Keluhkan Kendala Sistem
Inilah Alasan Mengapa Ribuan Warga Pilih Mobil Listrik untuk Libur Tahun Baru 2026
Danantara Mulai Bergerak: Proyek Infrastruktur Strategis Dikebut, Era Baru Investasi Indonesia?
BMKG Terbitkan Siaga Cuaca Ekstrem: Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api?
Ribuan Buruh “Kepung” Istana: Tuntut UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp6 Juta, Sebut Rp5,7 Juta Tak Manusiawi

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:40 WIB

Prabowo Tetapkan AHY Sebagai Nahkoda Baru Proyek Whoosh: Struktur Komite Mengalami Perombakan Besar

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:08 WIB

Dudy Purwagandhi: Mengurai Benang Kusut Ribuan Titik Perlintasan Ilegal

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Terus Berlanjut, Target Operasional Penuh Agustus 2026

Selasa, 28 April 2026 - 10:00 WIB

UPDATE Tragedi Maut di Stasiun Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka, Arus Lalin KRL Masih Terganggu

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:19 WIB

Polemik Meluas: Pembatasan BBM Bersubsidi di SPBU Mulai Diberlakukan, Rakyat Keluhkan Kendala Sistem

Berita Terbaru