Tantangan Literasi Digital Generasi Emas 2045: Evaluasi Kurikulum SD Nasional

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Foto Tantangan Literasi Digital Generasi Emas 2045: Evaluasi Kurikulum SD Nasional (Foto AI)

Ilustrasi Foto Tantangan Literasi Digital Generasi Emas 2045: Evaluasi Kurikulum SD Nasional (Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Visi Indonesia Emas 2045 bergantung pada kualitas anak sekolah dasar saat ini. Namun tantangan literasi digital masih besar di seluruh negeri. Literasi digital bukan hanya kemampuan mengoperasikan gawai. Anak perlu berpikir kritis, memilah informasi, memahami etika digital, dan menjaga data pribadi. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengevaluasi kurikulum SD nasional.

Pertama, mari kita lihat data akses internet. Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis data periode 2024–2025. Hasilnya menunjukkan akses internet di SD meningkat dari 62,8 persen (2023) menjadi 77,47 persen (2025). Meskipun demikian, jenjang SD masih memiliki akses internet terendah dibandingkan SMP dan SMA. Selain itu, kesenjangan wilayah sangat terlihat. Di kota besar, 89 persen SD memiliki internet stabil. Sebaliknya, di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), hanya 34 persen SD yang bisa mengakses perangkat digital secara memadai.

Pemerintah sebenarnya sudah menargetkan bantuan infrastruktur digital. Targetnya mencakup 33.182 sekolah di 3T pada periode 2025–2026. Namun realisasi hingga April 2026 baru mencapai 61 persen. Dengan kata lain, masih ada pekerjaan rumah besar di sektor infrastruktur.

Pendapat Pakar dan Urgensi Literasi Digital

Selanjutnya, Dr. Anindya Sari, M.Pd., pengamat kebijakan pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), memberikan pendapat tegas. Dalam diskusi pendidikan di Jakarta pada 24 April 2026, ia mengatakan bahwa kurikulum SD harus lebih adaptif. Indonesia tidak boleh hanya mengajar cara pakai aplikasi. Lebih dari itu, anak SD perlu dibentengi dari hoaks dan dampak negatif media sosial. Sebagai bukti, indeks literasi digital Indonesia baru 3,54 dari skala 5. Sementara itu, skor PISA untuk bidang membaca hanya 359. Angka ini masih jauh di bawah rata-rata negara OECD. Karena itu, integrasi literasi digital ke kurikulum menjadi sangat mendesak.

Baca Juga:  Waspada! Malware Klopatra dan Belasan Aplikasi Jahat Incar Rekening Bank Anda

Pemerintah pun telah bergerak. Mereka mengintegrasikan literasi digital melalui Platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK). Perlu diketahui, platform ini merupakan transformasi dari Merdeka Mengajar sejak 21 Januari 2025. Ruang GTK menyisipkan literasi digital ke mata pelajaran inti, seperti Bahasa Indonesia, PPKn, dan Informatika. Tujuannya agar siswa tidak hanya menjadi konsumen konten. Mereka juga menjadi pencipta konten yang produktif dan beretika.

Di sisi lain, regulasi terbaru turut mendukung. Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 mewajibkan pengenalan coding dan AI. Logika pemrograman dan kecerdasan buatan akan diajarkan secara bertahap. Pelajaran ini dimulai dari kelas 4 SD. Implementasi penuhnya ditargetkan pada tahun ajaran 2026/2027. Dengan demikian, kurikulum SD mulai beradaptasi dengan tantangan digital.

Baca Juga:  Digitalisasi UMKM 2026: Menjadikan AI sebagai 'Asisten Cerdas' Penopang Laba, Simak Strategi Suksesnya

Tantangan Kesiapan Guru dan Solusi Kolaborasi

Namun, tantangan terbesar justru datang dari kesiapan guru. Indonesia memiliki 1,2 juta guru SD. Sayangnya, hanya 38 persen di antaranya yang telah mengikuti pelatihan literasi digital tingkat lanjut. Program peningkatan kompetensi (up-skilling) melalui Ruang GTK baru menjangkau 412.000 guru pada kuartal I tahun 2026. Angka ini masih jauh dari target 900.000 guru pada akhir tahun 2026. Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kapasitas secara besar-besaran. Mereka wajib mampu mendampingi siswa di era informasi yang sangat cepat.

Akhirnya, mempersiapkan Generasi Emas 2045 butuh kolaborasi lintas sektor. Pemerintah melalui Kemendikdasmen dan Kementerian Komunikasi dan Digital bertanggung jawab menyediakan infrastruktur dan pelatihan guru. Target pada tahun 2030, seluruh SD di wilayah 3T telah terakses internet. Sekolah dan guru harus menerapkan kurikulum literasi digital berbasis etika. Targetnya, seluruh guru tersertifikasi kompetensi digital. Orang tua pun tidak boleh lepas tangan. Mereka perlu mengawasi gawai anak di rumah. Target penurunannya sebesar 50 persen paparan konten negatif pada anak.

Dengan literasi digital yang kuat sejak SD, Indonesia optimistis mengubah disrupsi teknologi menjadi peluang emas. Generasi Emas 2045 bukan sekadar mimpi, melainkan target yang bisa diraih.(**)

Berita Terkait

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan
Waspada Situs Palsu iPhone Duo Incar Pembeli FOMO
Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer
iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko
Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan
Hacker Jalankan iOS 16 di Ponsel Android untuk Pertama Kali
Robot Vacuum Bisa Rekam Rumah hingga Curi Data Pribadi
AI Prediksi Peluang Hidup Pasien Kanker dari Selfie

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Waspada Situs Palsu iPhone Duo Incar Pembeli FOMO

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:55 WIB

iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB