Menjaga Momentum di Tengah Ketidakpastian: Catatan Ekonomi Akhir Tahun 2025

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Foto : alokop.id

Sumber Foto : alokop.id

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Menjelang penutupan tahun 2025, dinamika ekonomi Indonesia menunjukkan wajah yang kontras: stabilitas makro yang terjaga di satu sisi, namun dibayangi oleh tekanan daya beli dan volatilitas harga komoditas di sisi lain. Pemerintah kini tengah berupaya keras mengamankan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen di tengah ancaman dampak bencana alam dan fluktuasi pasar global.

Stabilitas di Angka Lima Persen

Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini dinilai cukup resilien mengingat kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi sebesar 2,54 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/12/2025), menyatakan optimismenya bahwa target tahunan masih dalam jangkauan. “Angka 5,04 persen adalah capaian yang baik untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di kisaran lima persen,” ujarnya.

Baca Juga:  Bukan Sekadar "Bayang-Bayang" Emas: Perak Kini Jadi Primadona Investasi Alternatif 2026

Namun, tantangan nyata muncul dari wilayah Sumatera yang baru-baru ini dilanda bencana banjir besar. Pemerintah menaksir kebutuhan dana pemulihan dan rekonstruksi mencapai Rp 51,82 triliun. Dampak makro dari bencana ini masih terus dimonitor, terutama pengaruhnya terhadap rantai pasok pangan dan inflasi daerah.

Kilau Emas dan Beban Pangan

Di pasar komoditas ritel, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencetak rekor baru. Pada Sabtu (27/12), harga emas melonjak Rp 16.000 menjadi Rp 2.605.000 per gram. Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian geopolitik global yang belum mereda.

Di sisi lain, masyarakat harus menghadapi kenaikan harga pangan. Harga cabai rawit merah di pasar tradisional dilaporkan menembus Rp 73.950 per kilogram. Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga menjelang perayaan Tahun Baru 2026, guna mencegah penurunan daya beli lebih lanjut.

Baca Juga:  Natal 2025: Harga Pangan Melonjak, Emas Antam Justru Melandai di Level Rp2,5 Juta

Menatap 2026: Strategi Transisi

Memasuki tahun 2026, sejumlah lembaga internasional seperti Bank Dunia dan IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap berada di level 5,0 hingga 5,1 persen. Fokus kebijakan diperkirakan akan bergeser pada penguatan ekonomi digital dan hilirisasi industri untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Pemerintah juga telah menyiapkan paket stimulus sebesar Rp 16,23 triliun untuk kuartal IV-2025 sebagai bantalan ekonomi. Ke depan, sinkronisasi kebijakan moneter oleh Bank Indonesia dan kebijakan fiskal oleh Kementerian Keuangan akan menjadi kunci utama dalam menjaga nilai tukar rupiah dan menarik investasi asing di tengah tren kenaikan tarif dagang global.

Ujian sesungguhnya bagi Indonesia di tahun mendatang adalah bagaimana mengubah pertumbuhan yang stabil ini menjadi pertumbuhan yang berkualitas—yang mampu menciptakan lapangan kerja di sektor formal dan menekan angka kemiskinan secara signifikan.(**)

Berita Terkait

BBM Non-Subsidi Resmi Naik per 1 Maret 2026, Beban Baru Awal Bulan? Cek Daftar Harga Terbarunya!
Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara
Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat Ditandatangani, Kabar Baik bagi 4 Juta Buruh Tekstil
Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari
Fenomena ‘Gamis Bini Orang’ Guncang Tren Lebaran 2026: Dari Viral TikTok Hingga Tembus Pasar Afrika
Polri Miliki 1.179 SPPG, Program MBG Serap Sekitar 58 Ribu Tenaga Kerja
Subsidi Energi Diperketat, Beban Rumah Tangga Kian Terimpit
Pecah Rekor Terpanas 2026! Harga Emas Antam Tembus Rp2,91 Juta, Dipicu Harga Emas Dunia USD 5.000

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:03 WIB

BBM Non-Subsidi Resmi Naik per 1 Maret 2026, Beban Baru Awal Bulan? Cek Daftar Harga Terbarunya!

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:42 WIB

Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara

Senin, 23 Februari 2026 - 23:32 WIB

Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat Ditandatangani, Kabar Baik bagi 4 Juta Buruh Tekstil

Jumat, 20 Februari 2026 - 04:51 WIB

Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:34 WIB

Fenomena ‘Gamis Bini Orang’ Guncang Tren Lebaran 2026: Dari Viral TikTok Hingga Tembus Pasar Afrika

Berita Terbaru