GENERASI MUDA DI ERA DIGITALISASI

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Argumenrakyat.comGenerasi muda yang maju, berilmu, dan berakhlak mulia sangat ditentukan oleh peran orang tua dalam mengajar, mendidik, dan melatih. Hal tersebut disampaikan oleh H. Maharni Zul, tokoh ulama sekaligus Cadiak Pandai Nagari Koto Nan Ompek, yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Kota Payakumbuh periode 2019–2024, saat ditemui Jurnalis Argumenrakyat.com. 05  Januari 2026

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara pribadi, secara agama, adat, dan negara, lahirnya generasi unggul terletak pada cara orang tua mentransfer ilmu. Mengajar adalah mentransfer ilmu, mendidik adalah bagaimana menggunakan ilmu, dan melatih adalah bagaimana cara bekerja,” ujar Maharni Zul.

Wawancara ringan ini mengangkat tema “Generasi Muda di Era Digitalisasi”, dengan fokus pada delapan indikator penting yang harus dimiliki generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Delapan Indikator Generasi Muda Unggul

Pertama, Berilmu.
Generasi muda harus memiliki pengetahuan umum, pengetahuan agama, adat, dan pengetahuan khusus. Sekolah hanya dibatasi oleh kurikulum, sehingga generasi muda dituntut rajin membaca, berkomunikasi, mendengar, memperhatikan, dan menyimak.

Baca Juga:  Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD Bukittinggi, Soroti Kebijakan Pusat dan Program Populis

Kedua, Beriman dan Bertakwa.
Pemahaman agama menjadi landasan utama dalam membentuk kepribadian generasi muda.

Ketiga, Berakhlakul Karimah.
Dalam beragama disebut akhlak, sedangkan dalam bernegara disebut moral. Artinya, berbudi pekerti yang baik. “Hendaknya ada segolongan dari kamu yang menyeru kepada kebaikan, itulah orang-orang yang beruntung,” ujarnya. Tugas ini menjadi tanggung jawab orang tua, niniak mamak, alim ulama, dan negara.

Keempat, Aktif dan Kreatif.
Aktif berarti giat, sedangkan kreatif berarti memiliki ide, prakarsa, dan gagasan.

Kelima, Jujur.
Tanpa kejujuran, seseorang tidak akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

Keenam, Disiplin.
Mematuhi peraturan dan tidak menyia-nyiakan waktu.

Ketujuh, Bertanggung Jawab.
Setiap pekerjaan, baik untuk diri sendiri maupun tugas dari atasan, harus dilaksanakan dengan tekun dan penuh tanggung jawab.

Kedelapan, Mampu Bekerja Sama atau Berkolaborasi.
Membangun sinkronisasi, persahabatan, serta kerja bersama dalam mencapai tujuan.

“Jika kita perhatikan kondisi di kota kita, sangat miris. Generasi dengan kriteria ini ada, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit,” ujar Maharni Zul dengan nada serius.

Baca Juga:  HJK Padang ke-357 Disiapkan Lebih Meriah, Pemko Usung Konsep Gastronomi Menuju Pengakuan UNESCO

Motivasi sebagai Titik Awal

Menjawab pertanyaan Jurnalis Argumenrakyat.com mengenai dari mana generasi muda harus memulai, Maharni Zul menjelaskan bahwa langkah awal berasal dari motivasi intrinsik, yaitu dorongan dari dalam diri seperti minat, kepuasan, dan kesenangan pribadi terhadap suatu aktivitas. Selanjutnya, motivasi ekstrinsik datang dari luar diri, seperti pengakuan, nilai yang baik, atau hadiah.

“Mulailah dari niat, kemudian azam atau tekad yang kuat. Jika ini dipahami, tidak ada jurang yang terlalu dalam atau gunung yang terlalu tinggi untuk digapai,” ungkapnya. Setelah itu diperlukan mujahadah, yakni bersungguh-sungguh dan berjuang keras. Dari seluruh proses tersebut, hasilnya harus diterima dengan ikhlas dan tawakal, agar selamat dunia dan akhirat.

“Inilah harapan kita bersama, semoga generasi muda paham dan mampu mengamalkan nilai-nilai yang kita sampaikan,” tutupnya.

(Herman R)


 

Berita Terkait

Dekopin Sumbar dan KNPI Lima Puluh Kota Gelar “Bincang Koperasi”, Wadah Pemuda Kawal Gagasan Ekonomi Presiden Prabowo
Aktivis Madrid Ramadhan Sebut Kesejahteraan Tak Boleh Dibangun di Atas Kesengsaraan Tanah
Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai
Respons Sekretaris Komisi B DPRD Kota Paykumbuh Usai Disambangi Pajacombo LAB: Sindiran Keras untuk Kami
Menembus Isolasi Buluh Kasok: Proyek Jalan TMMD Kodim 0306 Dipacu di Tengah Terik Harau
Makin Memanas, Musda MUI Sumbar Disebut Tak Akomodir Pondok Pesantren Besar
KAN Kubang Putiah Sebut Trase Tol Sicincin – Bukittinggi Ancam Akar Sejarah dan Lahan Produktif Nagari
Dua Kasat Polres 50 Kota Resmi Naik Pangkat Menjadi AKP

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:20 WIB

Dekopin Sumbar dan KNPI Lima Puluh Kota Gelar “Bincang Koperasi”, Wadah Pemuda Kawal Gagasan Ekonomi Presiden Prabowo

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:46 WIB

Aktivis Madrid Ramadhan Sebut Kesejahteraan Tak Boleh Dibangun di Atas Kesengsaraan Tanah

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:23 WIB

Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai

Senin, 27 Juli 2026 - 21:46 WIB

Respons Sekretaris Komisi B DPRD Kota Paykumbuh Usai Disambangi Pajacombo LAB: Sindiran Keras untuk Kami

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:43 WIB

Menembus Isolasi Buluh Kasok: Proyek Jalan TMMD Kodim 0306 Dipacu di Tengah Terik Harau

Berita Terbaru

Foto: Presiden Prabowo Subianto (Dok. BPMI Setpres/Cahyo)

Nasional

Rapor Merah Survei Kepuasan dan Tangkisan Lembut dari Istana

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:37 WIB