Adi Prayitno: Koalisi Pemerintah Jangan Hanya Urus PDIP, Lawan Saja Jika Merepotkan

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Adi Prayitno (Dok. pks.id)

Foto: Adi Prayitno (Dok. pks.id)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Di tengah dinamika politik nasional yang menghangat menjelang evaluasi dua tahun masa pemerintahan, sikap mendua partai-partai koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan tajam. Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengkritik keras partai koalisi pemerintah yang dinilai tidak bernyali pasang badan membela kebijakan presiden dari serangan publik, namun justru sibuk mendesak kepastian posisi PDI Perjuangan (PDIP).

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan Adi dalam sebuah podcast di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang disiarkan pada Kamis, 2 Juli 2026. Menurut Adi, partai koalisi seharusnya bertindak tegas alih-alih terus mempertanyakan status PDIP yang secara resmi telah menyatakan diri sebagai partai penyeimbang.

“Sekalipun PDIP itu mengaku sebagai partai penyeimbang, ya sudah perlakukan PDIP sebagai oposisi,” ungkapnya. Ia menilai, mendesak partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu untuk memilih hitam-putih antara kawan atau lawan adalah hal yang sia-sia karena penyeimbang adalah pilihan politik mereka. “Partai koalisi pemerintahlah yang harus menjustifikasi per hari ini PDIP kawan atau menjadi lawan,” ujar Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Baca Juga:  Wamensesneg Jelaskan Sumber Dana Sapi Kurban Presiden

Lebih jauh, Adi melihat ada ketakutan sistemik di dalam internal koalisi besar pendukung pemerintah. Ketika program-program mahkota presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) digempur unjuk rasa kritikan masyarakat sipil, partai koalisi justru memilih tiarap karena enggan kehilangan popularitas.

“Jangan lagi ada kesan bahwa presiden itu melawan sendiri para pengkritiknya,” tutur Adi. Krisis loyalitas inilah yang menurutnya membuat ruang publik justru didominasi oleh kelompok kritis dan influencer media sosial, sementara benteng narasi dari partai pendukung pemerintah nyaris tidak terdengar.

Adi menduga, manuver partai koalisi yang belakangan ini serempak menyerang PDIP hanyalah upaya untuk mengalihkan kegagalan mereka dalam menguasai narasi publik. “Teman-teman partai koalisi ini hanya menganggap ya yang disebut sebagai ancaman dalam politik hanya PDIP, padahal yang ngomong tiap hari bukan PDIP,” ucap Adi menambahkan.

Baca Juga:  Hasan Nasbi Sebut Cara Berpikirnya Sangat Kiri sampai Lulus Kuliah

Situasi ini memicu spekulasi kuat mengenai perlunya perombakan kabinet (reshuffle) untuk mendisiplinkan partai-partai yang tidak loyal. Adi menyebut bahwa watak parpol di Indonesia memang pragmatis dan selalu ingin melekat pada lingkar kekuasaan demi logistik Pemilu 2029. “Ada kecenderungan di negara kita Bang, partai politik ini enggak bisa jauh dari kekuasaan. Mereka itu rata-rata tidak punya DNA menjadi oposisi,” tegas Adi.

Kendati dalam struktur formal kelembagaan di DPR para elit PDIP tampak melunak demi mengamankan posisi alat kelengkapan dewan, Adi menegaskan gerakan oposisi total secara resmi tidak pernah mewujud secara organik dari partai tersebut. “PDIP oposisi itu kan hanya kelihatan satu-dua orang aja Bang yang speak up ke publik, tapi secara institusional, secara kelembagaan, PDIP enggak oposisi,” tutur Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.

Berita Terkait

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB
Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah
Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan
Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”
Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi
Pandji Pragiwaksono Kritik Gaya Pidato Off-Script Prabowo hingga Salah Sasaran Program MBG
Feri Amsari Soroti Pengangkatan Komisaris BUMN: Dinilai Langgar Undang-Undang dan Sarat Balas Jasa Politik
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:23 WIB

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:18 WIB

Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:53 WIB

Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:15 WIB

Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi

Berita Terbaru