Pemerintah Pangkas 1.077 BUMN, Klaim Hemat Rp50 Triliun

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Pangkas 1.077 BUMN, Klaim Hemat Rp50 Triliun. (Foto: Dok. ANTARA)

Pemerintah Pangkas 1.077 BUMN, Klaim Hemat Rp50 Triliun. (Foto: Dok. ANTARA)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pemerintah berupaya memangkas ratusan badan usaha milik negara dari 1.077 menjadi sekitar 300 perusahaan untuk menghemat uang negara lebih dari Rp50 triliun, langkah yang diklaim sekaligus menutup celah pemborosan anggaran dan ruang patronase politik di tubuh BUMN.

Klaim itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria dalam Dialog Nasional Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

“Di zamannya Pak Prabowo diminta 1.077 BUMN itu dikurangi menjadi 300 BUMN saja. Kalau bisa jumlahnya 200 atau 100. Ini menghemat uang negara lebih dari Rp50 triliun,” kata Hariqo dalam keterangan yang dikutip di Jakarta.

Baca Juga:  Feri Amsari Soroti Pengangkatan Komisaris BUMN: Dinilai Langgar Undang-Undang dan Sarat Balas Jasa Politik

Komisaris dan Direksi Kehilangan Jabatan

Dampak perampingan terasa di jajaran petinggi perusahaan pelat merah. Menurut Hariqo, banyak pihak yang kini harus berhenti dari jabatannya sebagai dewan komisaris maupun direksi akibat pengurangan jumlah entitas bisnis negara.

“Saat ini banyak sekali orang yang berhenti jadi komisaris, banyak orang yang berhenti jadi direksi dan untuk pertamanya tantiem itu sudah tidak ada lagi untuk para komisaris,” ujar dia.

Baca Juga:  PU Rampungkan Tanggul Darurat Padang, Jalan Tapan Dibuka

Efisiensi atau Ruang Jabatan

Hariqo menilai pengelolaan BUMN tanpa arah yang jelas selama ini membuka celah pemborosan, sehingga perampingan dianggap jalan pintas agar setiap rupiah yang dikelola perusahaan negara punya tujuan yang terukur.

“Jadi, Presiden kita lebih mengutamakan penghematan uang negara, kepentingan masyarakat ketimbang menjadikan BUMN untuk tempat orang-orang,” kata Hariqo.

Sampai berita ini diturunkan, pemerintah belum memerinci perusahaan mana saja yang digabung atau ditutup maupun dasar hitungan penghematan lebih dari Rp50 triliun tersebut.

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB