Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sebuah ledakan akibat serangan, di lokasi yang diserang oleh AS, Arab Saudi di Irak. (Dok/aljazeera)

Foto: Sebuah ledakan akibat serangan, di lokasi yang diserang oleh AS, Arab Saudi di Irak. (Dok/aljazeera)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Eskalasi ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah kian membara pascaoperasi militer gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi menggempur basis pertahanan milisi pro-Iran di wilayah Irak. Operasi presisi ini dilancarkan sebagai bentuk represif atas gelombang serangan unmanned aerial vehicle (UAV) atau drone yang menyasar instalasi vital energi Saudi serta pangkalan tempur AS.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koalisi eks-paramiliter Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) mengonfirmasi timbulnya korban jiwa serta kerusakan materiil yang cukup masif di lokasi gempuran.

“Serangan ini mengakibatkan gugurnya sejumlah personel dan luka-luka pada yang lainnya, serta kerusakan material pada beberapa bangunan dan properti,” kata Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), yang dikenal sebagai Hashed al-Shaabi dalam bahasa Arab, dalam sebuah pernyataan, mengutip dari kantor berita AFP, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga:  Menlu Sugiono Tegaskan Dewan Perdamaian Harus Sejalan dengan DK PBB untuk Perdamaian Palestina

Pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa operasi pembalasan udara tersebut secara khusus mengincar elemen proxy teroris bentukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang memicu gangguan stabilitas keamanan regional.

Serangan tersebut menargetkan “teroris yang bersekutu dengan Iran yang diperintahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyerang pasukan AS dan infrastruktur energi Saudi,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/7/2026).

CENTCOM turut melempar gertakan militer yang keras demi mencegah konfrontasi bersenjata berlanjut.

Baca Juga:  Sejarah Baru! Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Soroti Isu Gizi dan Pendidikan Global

Lebih lanjut, CENTCOM memperingatkan bahwa “IRGC dan proksi-proksi terorisnya harus menghentikan serangan ini untuk menghindari respons militer AS lebih lanjut,” tegas mereka.

Keterlibatan aktif armada pertahanan Riyadh turut ditegaskan Kementerian Pertahanan Arab Saudi usai pasukannya mencegat drone penyusup di kawasan timur. Kementerian pertahanannya mengatakan bahwa serangan itu mengenai “target milik milisi yang berada di wilayah Irak yang terkait dengan serangan terhadap fasilitas minyak kerajaan tersebut.”

Kendati otoritas Baghdad di Irak telah menginstruksikan penyelidikan atas aksi drone tersebut, serangan balasan ini kian memperkeruh peta konflik di kawasan pasokan minyak dunia.

Berita Terkait

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten
Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan
Konflik Meningkat: Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Perburuk Kondisi Warga
Hubungan Sulit Amerika dan Israel, Ditengah Upaya Damai Konflik Timur Tengah
Selat Hormuz Dikabarkan Akan Dibuka Sejak 19 Juni

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:31 WIB

Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten

Berita Terbaru