Sanksi Tegas Kampus, UAD Drop Out Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Rekan KKN

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Istimewa)

Foto: Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap alias drop out (DO) terhadap seorang mahasiswa berinisial ACR. Oknum mahasiswa tersebut terbukti melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap dua rekan satu kelompoknya saat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Keputusan ini merupakan manifestasi dari komitmen tegas civitas akademika UAD dalam memberantas segala bentuk sexual harassment di lingkungan perguruan tinggi.

Langkah ini juga menjadi tindak lanjut konkret atas rekomendasi formal yang dikeluarkan oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) UAD Nomor 006/SPPKPT-UAD/VII/2026.

Baca Juga:  Dunia Seni Rupa Indonesia Berduka: Maestro Pelukis Nasirun Berpulang dalam Usia 60 Tahun

“UAD tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran akademik maupun nonakademik termasuk perundungan, pelecehan seksual, pornografi, pornoaksi, seks bebas, LGBTQ+, dan tindakan asusila lainnya,” tegas Kepala Humas dan Protokol UAD, Ariadi Nugraha, sebagaimana dilansir dari Republika.

Sebelum mendapat sanksi tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD sebenarnya telah menjatuhkan sanksi administratif awal. Pihak lembaga membatalkan kepesertaan ACR serta memberikan larangan mengikuti proses KKN selama dua periode ke depan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tindak pidana asusila ini terjadi di salah satu wilayah Kabupaten Sleman pada Mei 2026 silam, saat pelaku dan kedua korban tengah menjalankan program pengabdian masyarakat. Aksi bejat tersebut diketahui dilakukan dalam dua waktu yang berbeda.

Baca Juga:  Komisi VIII DPR dan Kemenag Dorong Pendidikan Inklusif

Di samping itu, kasus ini kini telah bergulir ke ranah hukum dan masuk dalam tahap penyelidikan oleh aparat penegak hukum di Polresta Sleman, menyusul adanya laporan resmi dari kedua korban.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa dugaan pelanggaran hukum yang dilaporkan oleh kedua mahasiswi tersebut merujuk pada tindakan kekerasan seksual yang dilakukan secara fisik.

Berita Terkait

Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam
Pakar UGM Ingatkan Risiko AI untuk Siswa Sekolah Dasar
Campuspreneur Dorong Mahasiswa IPB Jadi Eksportir Muda
Mahasiswa Pamerkan Kopi Lokal di BLU International Day 2026
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
Sekolah Dini Bikin Anak Cepat Pintar? Ini Kata Neurolog
Komisi VIII DPR dan Kemenag Dorong Pendidikan Inklusif
KJP Plus Oktober 2026 Diperkirakan Cair 4-5 Oktober

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:10 WIB

Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Pakar UGM Ingatkan Risiko AI untuk Siswa Sekolah Dasar

Minggu, 1 November 2026 - 11:07 WIB

Campuspreneur Dorong Mahasiswa IPB Jadi Eksportir Muda

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Mahasiswa Pamerkan Kopi Lokal di BLU International Day 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:08 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa

Berita Terbaru

Amfiteater INS Kayutanam di Kabupaten Padang Pariaman. (Foto: INS Kayutanam (CC BY-SA 4.0))

Opini

Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam

Senin, 2 Nov 2026 - 18:10 WIB

Narasumber podcast Kusieh Bendi membahas independensi advokat. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Hukum

Advokat Payakumbuh Tolak Jalan Pintas KKN di Pengadilan

Senin, 2 Nov 2026 - 17:58 WIB

Ilustrasi kompleks pondok pesantren. (Foto: Wikimedia Commons/CC0)

Nasional

Ponpes Sukoharjo Digeledah, Foksi Minta Warga Tenang

Senin, 2 Nov 2026 - 12:02 WIB

550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran. (Foto: Dok. iNews)

Ekonomi

550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran

Senin, 2 Nov 2026 - 11:57 WIB