Prabowo Blak-Blakan: Dari Usulan Anak Desa di TikTok hingga Rencana Pangkas Ratusan BUMN

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk bersikap akomodatif terhadap segala bentuk masukan publik, tanpa memandang stratifikasi sosial. Dalam acara penutupan sarasehan nasional yang dihadiri para akademisi dan guru besar baru-baru ini, Kepala Negara menyatakan kesiapannya menindaklanjuti aspirasi dari tingkat terbawah demi mengatasi berbagai hambatan pembangunan nasional secara taktis.

Sikap keterbukaan itu disampaikan langsung oleh Prabowo menanggapi penyerahan daftar usulan dan pertanyaan dari para akademisi. Ia menegaskan tidak membatasi ruang siber sebagai kanal aduan masyarakat. “Saudara-saudara, jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau lewat saya segera tindak lanjut,” ujar Prabowo dalam forum (KSTI) Indonesia 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Prabowo menggarisbawahi pentingnya transparansi, objektivitas, dan keberanian kolektif jajaran kabinetnya dalam menghadapi krisis ekonomi serta sosial. “Kesulitan harus dihadapi dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” katanya.

Baca Juga:  Prabowo Beberkan Pertandingan Antar-Jenderal dan Visi Indonesia Menjadi Negara Makmur

Menurutnya, lompatan digital saat ini telah mempermudah penanganan masalah riil di daerah terpencil secara kilat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

Meski demikian, mantan Menteri Pertahanan ini turut mengingatkan dampak ganda perkembangan teknologi modern, seperti perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan energi nuklir yang berisiko mengancam eksistensi manusia. Ia mengingatkan para ilmuwan untuk mewaspadai komplikasi ini. “Tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung, saudara-saudara sekalian,” ucap Prabowo memberi peringatan kepada hadirin.

Selain menyoroti perkembangan sains, sorotan tajam Prabowo juga tertuju pada sektor tata kelola badan usaha milik negara (BUMN). Merespons usulan akademisi agar perusahaan pelat merah menyisihkan sebagian laba untuk pendanaan riset nasional, ia justru menyinggung kondisi laten internal BUMN yang dinilai masih belum bersih dan kerap merugi akibat beban birokrasi yang gemuk.

Baca Juga:  Prabowo Sebut Candu Kegaduhan Politik: Energi Bangsa yang Habis di Kamar Pemilu

Prabowo membeberkan langkah radikal korporasi negara yang kini sedang diamputasi lewat efisiensi besar-besaran terhadap anak dan cucu perusahaan. “Dari 1.000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300-an lah ya,” tegas Prabowo secara blak-blakan.

Ia mengkritik keras pemborosan anggaran negara yang selama ini habis hanya untuk membiayai operasional manajemen perusahaan yang tidak produktif dan membebani fiskal negara. “Overhead-nya kayak apa? Gajinya kayak apa? Saudara-saudara, ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead,” kata dia secara lugas.

Tidak lupa dalam pidatonya itu, Prabowo memberikan tenggat waktu tegas bagi jajarannya agar restrukturisasi korporasi pelat merah ini segera rampung. “Kita mau sekarang rasional, efisien. Dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan, saya minta dalam tahun ini harus selesai,” tegasnya.

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng
Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB