Selatan Sunset Festival 2026: Gadih Angik Menjelma Jadi Pusat Seni, Budaya, dan UMKM Payakumbuh

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Pertunjukan di Selatan Sunset Festival 2026, Rabu (24/6/2026) (Dok. Pemko Payakumbuh)

Dok. Pertunjukan di Selatan Sunset Festival 2026, Rabu (24/6/2026) (Dok. Pemko Payakumbuh)

ARGUMENRAKYAT.COM, PAYAKUMBUHPemerintah Kota Payakumbuh sukses menggelar Selatan Sunset Festival 2026 di kawasan wisata Gadih Angik, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Rabu (24/6/2026). Festival yang digelar sebagai agenda tahunan ini menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi wisata alam, kekayaan seni budaya, serta produk unggulan UMKM yang tengah berkembang pesat di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang memanfaatkan momen syahdu pergantian siang dan malam (senja) tersebut berhasil memikat perhatian ratusan pengunjung, baik warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Selain menyuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional, festival ini juga menjadi ruang produktif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta komunitas kreatif untuk memamerkan beragam kerajinan dan kuliner lokal khas Payakumbuh.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman, menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata yang diintegrasikan dengan ekonomi kreatif merupakan salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam mendongkrak roda perekonomian masyarakat.

Menurutnya, potensi lanskap alam yang dimiliki Payakumbuh sangat luar biasa dan perlu dikelola secara optimal agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.

Apresiasi tinggi datang dari para pengunjung yang memadati lokasi acara. Sukma, salah seorang pengunjung yang hadir di lokasi, mengaku sangat terkesan dengan konsep yang diusung oleh penyelenggara.

Baca Juga:  Jejak Sejarah Pasar Tradisional Payakumbuh: Dari  Era Kolonial ke Milenial

“Acaranya bagus, suatu hal yang baru juga untuk meramaikan Gadih Angik. Selain dapat menyaksikan keelokan alamnya, hari ini kita bisa saksikan hal baru, yakni pertunjukan seni,” ujar Sukma takjub.

Lebih lanjut, Sukma selaku pengunjung juga menambahkan kekagumannya terhadap pemilihan lokasi festival yang dinilai sangat pas untuk dinikmati bersama keluarga maupun kerabat.

“Menikmati senja di sini suasananya dapat sekali. Begitu matahari mulai terbenam, pemandangan bukit di sekitar Gadih Angik ini jadi kelihatan magis dan indah sekali, apalagi ditambah alunan musik tradisional yang bikin suasananya makin syahdu,” tambah Sukma saat diwawancarai di sela-selas acara.

Ia juga memuji keterlibatan para pelaku usaha lokal yang membuat festival ini tidak sekadar menjadi tempat hiburan visual, melainkan juga surga kuliner. “Saya senang karena pilihan makanannya banyak dan semuanya produk lokal. Jadi sambil menonton pertunjukan budaya, kita juga bisa sekalian jajan dan membantu melarisi dagangan UMKM masyarakat sini,” tutur Mahasiswi Ilmu Hukum UT tersebut.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan melalui dokumentasi video, kemeriahan festival ini terlihat begitu hidup dan interaktif. Panggung utama didirikan dengan latar belakang terbuka yang langsung menghadap ke perbukitan hijau Gadih Angik yang mulai meredup terpapar cahaya keemasan sunset. Ratusan pengunjung tampak memadati area depan panggung, duduk rapi beralaskan rumput maupun bangku yang disediakan, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat.

Baca Juga:  Fenomena Alam di Lima Puluh Kota: Munculnya Lubang Raksasa (Sinkhole) di Lahan Warga Gegerkan Masyarakat

Di sisi lain, deretan stan UMKM tertata rapi menjajakan aneka produk lokal, di mana interaksi jual-beli yang ramah antara pedagang dan pengunjung menambah semarak suasana sore itu.

Di samping fokus pada pengembangan destinasi, pemerintah daerah juga memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Faktor kebersihan ditegaskan sebagai pilar utama yang sangat memengaruhi kenyamanan dan daya tarik wisatawan untuk berkunjung kembali di masa depan.

Acara pembukaan Selatan Sunset Festival 2026 ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra, Asisten II Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Ketua GOW Kota Payakumbuh Yeni Elzadaswarman, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Yunida Fatwa, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka adat setempat.

Penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat terus memperluas jangkauan promosi destinasi wisata Payakumbuh, khususnya objek-objek wisata potensial yang berada di luar pusat kota, agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata.

Berita Terkait

Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai
Respons Sekretaris Komisi B DPRD Kota Paykumbuh Usai Disambangi Pajacombo LAB: Sindiran Keras untuk Kami
Menembus Isolasi Buluh Kasok: Proyek Jalan TMMD Kodim 0306 Dipacu di Tengah Terik Harau
Makin Memanas, Musda MUI Sumbar Disebut Tak Akomodir Pondok Pesantren Besar
KAN Kubang Putiah Sebut Trase Tol Sicincin – Bukittinggi Ancam Akar Sejarah dan Lahan Produktif Nagari
Dua Kasat Polres 50 Kota Resmi Naik Pangkat Menjadi AKP
Evolusi Spasial Payakumbuh: Membaca Riwayat Kota dari Toponimi hingga Konsep Livable City
Gubernur Absen, Massa Aliansi Mahasiswa Kota Padang Sebut Pemprov ‘Pakak’

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:23 WIB

Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:43 WIB

Menembus Isolasi Buluh Kasok: Proyek Jalan TMMD Kodim 0306 Dipacu di Tengah Terik Harau

Senin, 13 Juli 2026 - 12:37 WIB

Makin Memanas, Musda MUI Sumbar Disebut Tak Akomodir Pondok Pesantren Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

KAN Kubang Putiah Sebut Trase Tol Sicincin – Bukittinggi Ancam Akar Sejarah dan Lahan Produktif Nagari

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:47 WIB

Dua Kasat Polres 50 Kota Resmi Naik Pangkat Menjadi AKP

Berita Terbaru