Harga Minyak Dunia Turun, Banggar DPR RI Minta Pemerintah Tidak Terburu-buru Koreksi Harga BBM

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sketch Art Fenomena

Ilustrasi Sketch Art Fenomena

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Penurunan harga minyak mentah dunia di bawah level 80 dollar AS per barel memicu harapan publik akan adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di dalam negeri. Kendati demikian, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai pemerintah perlu berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyatakan bahwa merosotnya harga komoditas energi global tersebut merupakan angin segar bagi postur keuangan negara.

Menurutnya, penurunan ini secara langsung akan mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga:  Hendry Apresiasi Kebijakan Prabowo Perkuat Ekonomi Rakyat

“Turunnya harga minyak itu kita syukuri bersama karena tekanan fiskal kita mulai berkurang. Kalau sampai naik terus-menerus, fiskal kita akan goyah karena kita tidak memiliki kemewahan terhadap fiskal kita,” ujar Said saat memberikan keterangan pers dikutip dari Metro TV, Kamis 18 Juni 2026.

Meski berdampak positif terhadap ruang fiskal yang selama ini dinilai ketat, Said memandang evaluasi tarif BBM eceran domestik belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bahwa perumusan harga membutuhkan basis data yang stabil melalui pemantauan berkala guna mengantisipasi gejolak pasar yang tak terduga.

“Terhadap penyesuaian harga, menurut hemat saya mungkin bulan depan baru akan bisa dihitung. Karena apa? Biasanya pemerintah dan DPR menghitung rata-rata per tiga bulanan,” tutur Said secara mendetail mengenai mekanisme evaluasi.

Baca Juga:  Lingkaran Setan Pinjol dan Gaya Hidup: Menolak Tunduk pada Kemudahan Instan

Said menambahkan, kebijakan berkala ini sangat krusial demi menjaga stabilitas iklim usaha dan menghindari kepanikan pasar akibat perubahan harga yang terlalu sering. Langkah ini diambil agar fluktuasi harian tidak menimbulkan kebingungan di tingkat operasional.

“Kalau hari ini harga minyak turun kita turunkan, besok naik lagi, naik lagi juga, itu kan akan sangat merepotkan sekali bagi para pelaku usaha,” pungkas politisi PDIP tersebut.

Berita Terkait

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS
Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
RAPBN 2027: Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Inflasi 2,5 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:14 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Jumat, 4 September 2026 - 10:26 WIB

Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB