Syekh Ibrahim Harun: Suluh Naqsyabandiyah dari Balai Batimah

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Syekh Ibrahim Harun (Restorasi argumenrakyat.com)

Foto Syekh Ibrahim Harun (Restorasi argumenrakyat.com)

ARGUMENRAKYAT.COM, PAYAKUMBUH – Di Jalan Rangkayo Rasuna Said Nomor 190, Payakumbuh, waktu seolah berjalan lebih lambat. Di kawasan Balai Batimah itu, sebuah madrasah berdiri tenang sebuah bangunan bersejarah. Kompleks sunyi itu adalah penjaga memori dari sebuah nama besar yang perlahan mengabur dari ingatan publik: Syekh Ibrahim Harun. Bagi penganut Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, ia adalah Baliau Bomban sang guru besar yang suluh keilmuannya menembus batas generasi.

“Beliau itu tawadhu, suka membaca Dala’il Khairat, dan sangat dekat dengan muridnya,” ujar Hasnidar kepada penulis. Perempuan 77 tahun ini adalah cucu Syekh Ibrahim. Jemarinya perlahan mengelus permukaan meja kayu di depannya, memanggil kembali ingatan masa lalu.

Hasnidar masih merawat cerita-cerita karamah sang kakek. Salah satu yang paling lekat adalah memori suatu sore saat hujan lebat mendera Payakumbuh. Syekh Ibrahim tiba di surau dengan sepeda onthel atau kereta unto dalam telinga orang Minang tanpa setitik pun air membasahi jubahnya.

Lahir di Lintau dengan nama kecil Pakiah Ibrahim, pengembaraan spiritualnya membentang panjang sebelum akhirnya ia menetap dan mendirikan surau di Balai Batimah. Surau itulah yang kemudian magnet bagi para pencari tuhan dari Aceh, Riau, Bengkulu, hingga Jambi.

Baca Juga:  Wahyudi Thamrin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Koperasi Sago Inti Alam Mineral, Dinas Koperindag Beri Pembekalan Teknis

Nama Ibrahim Harun juga berkelindan dengan sejarah konsolidasi tarekat di Indonesia. Pada 1954, ia menjadi salah satu pilar penting dalam Konferensi Besar Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Bukittinggi. Hajatan kolosal yang diarsiteki Dewan Tarekat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) itu mengumpulkan 280 ulama tersohor se-Sumatra Tengah, termasuk Syekh Sulaiman Ar-Rasuli dan Syekh Muhammad Sa’id Bonjol. Dari rapat akbar itulah lahir risalah monumental: Tablighul Amanah fi Izalat Khurafat wa Syubhah.

Namun, magis Ibrahim Harun tak melulu soal otoritas keilmuan, melainkan laku hidupnya. “Walau seorang Syekh, beliau kerap membersihkan kamar mandi sendiri,” kenang Hasnidar. Saat ditanya, sang kakek hanya menjawab lirih, “Ini amal baik. Kalau bersih, orang berwudhu tidak terganggu.” Sebuah manifesto sederhana tentang kesucian lahir-batin yang melampaui sekat-sekat jubah keulamaan.

Baca Juga:  Enam Daerah Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Porprov Sumbar 2028

Karismanya melahirkan tokoh-tokoh besar baru. Salah satu murid ideologisnya adalah Syekh Ali Amran (1926–2005), yang di kemudian hari mendirikan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan Ringan di Padang Pariaman.

Kini, di bawah naungan MTs Syekh Ibrahim Harun di Bomban, Tiakar, Payakumbuh Timur, warisan itu mencoba bertahan. Mengadopsi sistem pondok pesantren modern, lembaga ini menjadi saksi bisu bahwa jejak emas Baliau Bomban tak sekadar lumat dalam lembaran kitab kuning, melainkan tetap hidup dan menyala di dada para penerusnya.

Perlu diketahui, berdasarkan informasi dari Apria Putra, filolog kenamaan itu mengingatkan, bahwa bagi Syekh Ibrahim Harun, tasawuf dan syariat adalah sekeping mata uang. Beliau menerapkan standar ketat: ijazah irsyad (otoritas mengajar tarekat) haram diberikan kepada murid yang belum “pandai baca kitab.” Dalam tradisi epistemologi Islam, prasyarat ini menegaskan bahwa spiritualitas Naqsyabandiyah harus berdiri tegak di atas fondasi ortodoksi syariat yang fardhu ‘ain, guna membentengi laku sufistik dari kesesatan dan pendangkalan ilmu.

Berita Terkait

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi
Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga
Dua Petinju Pariaman Ikut Kejurnas Tinju Piala Menko IPK
Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial
Semen Padang FC Naik ke Posisi Kelima Klasemen
Ngopi Pagi Pemuda dan Pemimpin Payakumbuh Kian Jauh
Mahasiswi PNP Tewas Ditabrak di Batam, Pengemudi Diamankan
ASN Payakumbuh Tewas Kecelakaan Saat Dinas ke Jambi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Dua Petinju Pariaman Ikut Kejurnas Tinju Piala Menko IPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Semen Padang FC Naik ke Posisi Kelima Klasemen

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Ngopi Pagi Pemuda dan Pemimpin Payakumbuh Kian Jauh

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB