63.789 Pekerja Kena PHK sampai September, Jabar Terbanyak

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

<p>63.789 Pekerja Kena PHK sampai September, Jabar Terbanyak. (Foto: detikcom)</p>

63.789 Pekerja Kena PHK sampai September, Jabar Terbanyak. (Foto: detikcom)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 63.789 tenaga kerja melaporkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari–September 2026, dengan Jawa Barat sebagai provinsi terbanyak.

Angka itu terekam pada sistem informasi pasar kerja Kemnaker. Penghitungan pemerintah merujuk laporan tenaga kerja yang mengajukan klaim jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) pada periode tersebut. “Pada periode Januari sampai September 2026, terdapat 63.789 orang tenaga kerja yang melaporkan terkena PHK pada sistem JKP,” demikian kutipan data resmi Kemnaker.

Lima Provinsi dengan Laporan PHK Terbanyak

Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 13.044 laporan, setara 20,45 persen dari total nasional. Di bawahnya ada Banten dengan 7.733 laporan, Jawa Timur 6.154 laporan, Jawa Tengah 5.585 laporan, dan DKI Jakarta 4.587 laporan.

Baca Juga:  Ribuan Buruh Mulai Bergerak ke Jakarta Jelang Peringatan May Day 2026

Data yang sama menunjukkan penambahan laporan sepanjang September 2026 mencapai 10.299 orang dibandingkan posisi Agustus. Lonjakan itu menjadikan September sebagai salah satu periode dengan tambahan laporan tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Angka Masih Dinamis dan Bisa Berubah

Kemnaker mengingatkan angka PHK bersifat dinamis karena laporan dapat berubah beberapa kali dalam satu bulan. Karena itu, perbandingan antarperiode sebaiknya merujuk pembaruan terbaru pada sistem resmi, bukan pada rilis yang sudah lama tersimpan.

Baca Juga:  Demo Jakarta Hari Ini, 26.386 Personel Dikerahkan

Pemerintah juga menegaskan penghitungan dilakukan berlapis, mulai dari laporan pemberi kerja hingga verifikasi klaim JKP. Perbedaan cara hitung antarlembaga dapat memunculkan angka yang berbeda meskipun merujuk periode yang sama.

Bagi pekerja yang terdampak, Kemnaker mengarahkan agar segera melaporkan status ke dinas tenaga kerja setempat. Pelaporan itu menjadi syarat untuk mengakses program JKP, termasuk bantuan tunai, akses informasi kerja, dan pelatihan keterampilan agar bisa kembali bekerja.

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB