Jakarta, ArgumenRakyat.com — Memotret kondisi kamar hotel sebelum check-out hanya membutuhkan beberapa saat, tetapi bisa menyelamatkan tamu dari tagihan tambahan akibat tuduhan kerusakan.
Pemilik hotel sekaligus mitra pengelola Gateway Private Equity Group, Michael Stohler, menilai dokumentasi sederhana itu sebagai langkah pencegahan yang bermanfaat. “Tidak ada salahnya memotret kamar, selama foto tersebut dilengkapi tanggal dan waktu,” katanya.
Laporkan Kerusakan Sejak Awal
Kasus kerusakan kamar yang parah hingga membuat tamu dikenai biaya tambahan terbilang jarang. Petugas kebersihan biasanya memiliki daftar pemeriksaan untuk mendokumentasikan kondisi kamar sebelum tamu berikutnya masuk.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Selain memotret, Stohler menyarankan tamu mengisi survei yang diberikan hotel pada awal masa menginap. Survei itu bisa dipakai melaporkan kerusakan yang sudah ada sebelumnya, barang minibar yang hilang, atau tanda bekas merokok. Hotel yang ia kelola bahkan mengirim notifikasi ke ponsel tamu sekitar 20 menit setelah check-in untuk menanyakan kondisi kamar.
Melindungi Barang Pribadi
Seorang pramugari American Airlines yang tidak disebutkan namanya menyebut dokumentasi membantu wisatawan menghadapi tuduhan yang tidak benar. “Tindakan sederhana ini bisa menjadi pembeda antara meninggalkan hotel dengan perasaan senang dan pulang dengan kesal karena tuduhan yang tidak benar,” ujarnya.
Pramugari Alaska Airlines mengaku terbiasa memotret kamar untuk memastikan barang pribadinya tetap di posisi, setelah pernah kehilangan syal mahal di dalam koper. Sementara mantan pramugari United Airlines memanfaatkan foto pintu kamar untuk mengingat nomor kamar ketika kartu kunci terlepas atau hilang. Kebiasaan kecil ini praktis, murah, dan tidak memakan waktu.









