JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies bukan alasan untuk menunda pertolongan, sebab penanganan paling efektif dilakukan segera setelah paparan dan bukan menunggu hingga mendekati 24 jam.
Rabies disebabkan oleh virus dan masih menjadi masalah kesehatan di sejumlah wilayah Asia dan Afrika. Virus ini umumnya menular kepada manusia melalui gigitan atau cakaran hewan terinfeksi, dengan anjing sebagai salah satu sumber penularan utama, meski kelelawar dan hewan liar lain juga berpotensi menularkannya. Rabies yang sudah menimbulkan gejala dan menyerang sistem saraf hampir selalu berakibat fatal, namun penyakit ini dapat dicegah dengan penanganan yang cepat dan tepat.
Cuci Luka dengan Sabun dan Air Mengalir
Langkah pertama adalah mencuci luka bekas gigitan atau cakaran menggunakan sabun dan air mengalir. Luka dapat dibiarkan mengeluarkan darah sebentar sebelum dicuci, lalu dibersihkan dengan antiseptik. Hindari menggosok atau menyikat luka karena dapat memperparah kerusakan jaringan, dan biarkan tenaga medis melakukan pembersihan lanjutan bila diperlukan.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Menurut penjelasan Cleveland Clinic, “penanganan segera setelah paparan sangat efektif untuk mencegah rabies sebelum virus mencapai otak.” Vaksin rabies bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan virus tersebut. Pada orang yang belum pernah menerima vaksin rabies, vaksin pascapaparan umumnya diberikan dalam beberapa dosis sesuai jadwal yang ditentukan tenaga kesehatan, sementara mereka yang sebelumnya sudah divaksin dapat memiliki jadwal berbeda.
Dalam kondisi tertentu, tenaga medis dapat memberikan human rabies immune globulin (HRIG). Obat ini memberi perlindungan sementara terhadap virus di sekitar luka hingga tubuh membentuk antibodi melalui vaksin, dan biasanya disuntikkan di area luka. HRIG tidak diperlukan bagi orang yang sebelumnya telah mendapat vaksin rabies, karena kebutuhan dan pemberiannya ditentukan berdasarkan kondisi paparan.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala rabies tidak selalu muncul langsung setelah gigitan karena masa inkubasinya berbeda-beda. Pada tahap awal, keluhan dapat menyerupai penyakit umum seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Seseorang juga bisa merasakan kesemutan, nyeri, atau mati rasa di area bekas gigitan.
Seiring perkembangan penyakit, sebagian penderita dapat mengalami rabies tipe ganas dengan gejala yang lebih berat, antara lain agitasi dan perilaku agresif, napas cepat atau hiperventilasi, produksi air liur berlebihan, ukuran pupil yang tidak sama, takut terhadap air atau hidrofobia, serta takut terhadap embusan udara di wajah atau aerofobia.
Karena rabies dapat berakibat fatal setelah gejalanya muncul, jangan menunggu keluhan tersebut datang untuk mencari pertolongan medis. Segera cuci luka dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat setelah digigit atau dicakar hewan yang berpotensi menularkan rabies, serta selesaikan seluruh rangkaian vaksin sesuai anjuran tenaga medis.









