Chrome Kini Peringatkan Pengguna soal Situs Palsu

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penipuan daring lewat situs palsu. (Foto: Mohamed Hassan/Wikimedia Commons)

Ilustrasi penipuan daring lewat situs palsu. (Foto: Mohamed Hassan/Wikimedia Commons)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Google menambah kemampuan baru pada peramban Chrome untuk memperingatkan pengguna ketika sebuah laman menunjukkan pola penipuan daring dan terdeteksi berbahaya.

Peringatan Dibagi Dua Kategori

Fitur tersebut tersedia dalam opsi Safe Browsing di Chrome. Ketika mode Enhanced Protection diaktifkan, Chrome membagi peringatan keamanan situs menjadi dua kategori, yaitu situs mencurigakan dan situs berbahaya.

Sebuah situs dikategorikan mencurigakan ketika laman menunjukkan indikasi pola penipuan, tetapi tingkat keyakinan sistem terhadap hasil deteksinya masih lebih rendah. Sementara itu, situs berbahaya merupakan laman yang terdeteksi dengan tingkat keyakinan tinggi sebagai situs yang dapat merugikan pengguna.

Baca Juga:  Waspada Iklan Claude Palsu di Google, Pengguna Mac Disasar

“Penipuan online dan taktik rekayasa sosial (social engineering) terus berkembang. Namun, seiring dengan meningkatnya dan berubahnya ancaman tersebut, sistem perlindungan kami juga terus berkembang,” tulis Google dalam laman resminya, Selasa (20/10).

Peringatan Merah di Layar

Jika situs terdeteksi berisiko lebih tinggi, Chrome akan menampilkan peringatan berwarna merah yang memenuhi layar untuk memperingatkan pengguna. Format, ikonografi, warna, dan teks peringatan dibedakan agar pengguna cepat memahami situasi dan menentukan pilihan tepat sesuai konteks.

Baca Juga:  Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin

Dengan menyesuaikan antarmuka peringatan seperti itu, Google menyebut cakupan perlindungan dapat diperluas secara aman dan lebih banyak peringatan bisa ditampilkan untuk melindungi pengguna.

Pengguna yang mengaktifkan perlindungan tambahan akan menerima notifikasi lebih awal ketika membuka laman yang dicurigai, sehingga kesempatan kehilangan data atau uang dapat ditekan.

Berita Terkait

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer
TelkomGroup Resmikan Sovereign Digital Technology
PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar
iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko
Sertifikasi Halal UMKM Ditunda hingga 2028, Ini Alasannya
UMKM Disiapkan Jadi Pemasok Bahan Makanan Program MBG
Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan
Hacker Jalankan iOS 16 di Ponsel Android untuk Pertama Kali

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:17 WIB

TelkomGroup Resmikan Sovereign Digital Technology

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:55 WIB

iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Sertifikasi Halal UMKM Ditunda hingga 2028, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB