Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Keir Starmer (Dok. Instagram @keirstarmer)

Foto: Keir Starmer (Dok. Instagram @keirstarmer)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Dunia politik Inggris kembali diguncang prahara besar setelah Perdana Menteri (PM) Keir Starmer secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (22/6/2026) dari jabatan kepala pemerintahan sekaligus pemimpin Partai Buruh pada Senin waktu setempat.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah drastis ini diambil di tengah hantaman berbagai skandal dan perselisihan internal yang terus menyelimuti masa kepemimpinannya yang terhitung singkat.
Sambil menahan tangis di hadapan publik di Downing Street, Starmer menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambilnya selama ini selalu mengutamakan kepentingan negara yang ia cintai.

Baca Juga:  Anton Permana Ingatkan Ancaman Resesi Global dan Rapuhnya Fiskal Domestik

Kendati demikian, tekanan politik tak lagi tertahankan, terutama setelah rival utamanya, Walikota Greater Manchester Andy Burnham, meraih kemenangan telak dalam pemilihan sela parlemen. Spekulasi mundurnya Starmer pun kian menguat menyusul derasnya kritik di media sosial, termasuk sentilan dari Presiden AS Donald Trump terkait kegagalan penanganan isu imigrasi dan energi di Inggris.

“Saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja pagi ini untuk memberitahukan keputusan saya,” ujar Starmer dalam pidato resminya.

Di bawah bayang-bayang protes imigrasi di Belfast hingga inkonsistensi kebijakan penegakan hukum, Starmer berjanji akan tetap mengawal pemerintahan transisi demi menjamin proses peralihan kekuasaan yang tertib dan damai.

Baca Juga:  Begini Jawaban Ronaldo Saat Disandingkan dengan Messi, Mbappé, dan Haaland Usai Libas Uzbekistan

Guna mengisi kekosongan kepemimpinan, Starmer telah meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh untuk segera menyusun jadwal pemilihan baru. Proses nominasi bagi calon suksesornya dijadwalkan mulai dibuka pada 9 Juli mendatang dan ditargetkan rampung sebelum masa reses musim panas selesai.

Langkah cepat ini krusial dilakukan demi memastikan sosok perdana menteri yang baru sudah terpilih dan siap bekerja sebelum parlemen kembali bersidang pada bulan September mendatang.

Berita Terkait

Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak
Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten
Konflik Meningkat: Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Perburuk Kondisi Warga
Hubungan Sulit Amerika dan Israel, Ditengah Upaya Damai Konflik Timur Tengah
Selat Hormuz Dikabarkan Akan Dibuka Sejak 19 Juni

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:31 WIB

Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten

Berita Terbaru