JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Di penghujung tahun 2025, lanskap teknologi Indonesia mencatatkan lompatan besar. Di tengah tantangan pemulihan pascabencana, integrasi teknologi satelit dan kecerdasan buatan (AI) menjadi pilar utama pemerintah dalam memastikan komunikasi tetap terjaga dan bantuan tersalurkan secara presisi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa optimalisasi Satelit Merah Putih 2 kini telah mencapai cakupan maksimal di wilayah Sumatera dan Indonesia bagian timur. Hari ini, Minggu (28/12/2025), dilaporkan bahwa titik-titik pengungsian di pelosok Sumatera Barat kini telah terhubung dengan akses internet berkecepatan tinggi secara gratis.
Teknologi ini memungkinkan sistem koordinasi darurat (Emergency Response System) bekerja secara real-time. Para penyintas kini dapat melaporkan kebutuhan mereka langsung melalui aplikasi digital, yang datanya langsung masuk ke dasbor pusat kendali bantuan di Jakarta.
AI untuk Mitigasi Bencana Masa Depan
Selain konektivitas, tren teknologi hari ini juga menyoroti penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) Presisi untuk pemetaan risiko bencana. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama beberapa startup teknologi lokal baru saja merilis model prediksi cuaca ekstrem yang diklaim memiliki akurasi hingga 92% untuk skala lokal (mikro).
Sistem ini tidak hanya memprediksi hujan, tetapi juga mensimulasikan aliran air permukaan untuk memberikan peringatan dini (early warning) banjir bandang 6 jam lebih cepat dari sistem konvensional. Teknologi ini diharapkan menjadi standar baru dalam keselamatan warga di daerah rawan longsor.
Kedaulatan Data dan Keamanan Siber
Di sisi lain, isu keamanan data pribadi tetap menjadi sorotan utama. Menjelang pergantian tahun, Pemerintah memperketat regulasi terhadap platform global yang beroperasi di Indonesia. Kewajiban penempatan server di dalam negeri dan transparansi algoritma menjadi syarat mutlak bagi perusahaan teknologi yang ingin berpartisipasi dalam proyek digitalisasi nasional 2026.
Argumen Kita: Teknologi Harus Memanusiakan Manusia
ArgumenRakyat.com melihat bahwa kemajuan teknologi di akhir 2025 ini adalah kabar baik bagi pemerataan akses. Namun, jangan sampai kecanggihan alat membuat kita lupa pada aspek manusiawi. Penggunaan AI dan satelit harus benar-benar menyentuh masyarakat kelas bawah yang paling terdampak bencana, bukan sekadar menjadi etalase kecanggihan di ibu kota.
Digitalisasi bukan sekadar memindahkan layanan ke aplikasi, melainkan tentang bagaimana memastikan setiap warga negara, bahkan yang di pelosok sekalipun, mendapatkan hak informasi dan perlindungan yang sama.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

