Mitigasi Bencana: Proyek 600 Huntap Danantara Siap Diserahkan, Janji Manis di Awal 2026

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hunian Tetap (Huntap) sumber foto :indorayatoday.com

Hunian Tetap (Huntap) sumber foto :indorayatoday.com

PADANG, ArgumenRakyat.com – Kabar gembira datang bagi ratusan kepala keluarga penyintas bencana banjir dan galodo di Sumatera Barat. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memastikan bahwa proyek pembangunan 600 unit Hunian Tetap (Huntap) telah mencapai tahap akhir. Jika tidak ada aral melintang, serah terima kunci dijadwalkan akan dilakukan secara simbolis pada 8 Januari 2026 mendatang.

Langkah cepat ini menjadi pembuktian pertama Danantara dalam mengelola infrastruktur strategis yang memiliki dampak sosial langsung di daerah.

Bukan Sekadar Rumah: Konsep Huntap Terintegrasi

Pembangunan 600 unit Huntap ini tidak hanya berfokus pada struktur bangunan, tetapi juga pada ekosistem pemukiman yang tangguh bencana. Proyek yang tersebar di beberapa titik aman di wilayah Agam dan Tanah Datar ini mengusung konsep “Smart Resilience Village”.

  • Struktur Tahan Gempa: Menggunakan teknologi panel pracetak yang mampu meredam guncangan tektonik.

  • Fasilitas Sosial: Area pemukiman dilengkapi dengan sistem drainase terpadu, ruang terbuka hijau, dan akses air bersih yang dikelola secara kolektif.

  • Integrasi Ekonomi: Lokasi Huntap dipilih agar tetap memiliki aksesibilitas terhadap lahan pertanian warga yang menjadi sumber mata pencaharian utama.

Baca Juga:  Sorotan Pasal Kontroversial: Penghinaan Pejabat dan Ancaman di Ranah Privat

Danantara: Memotong Rantai Birokrasi Lamban

Kecepatan penyelesaian proyek ini sering disebut-sebut sebagai hasil dari model manajemen investasi Danantara yang lebih fleksibel. Dengan mengambil alih komando dari beberapa lintas kementerian, Danantara mampu melakukan percepatan pada sisi pendanaan dan pengadaan material konstruksi.

“Target kami adalah memastikan masyarakat tidak terlalu lama berada di Hunian Sementara (Huntara). Pemulihan fisik rumah adalah langkah awal pemulihan mentalitas warga,” ujar perwakilan teknis Danantara dalam tinjauan lapangan hari ini.

Argumen Kita: Menanti Kualitas di Balik Kecepatan

ArgumenRakyat.com mengapresiasi akselerasi yang dilakukan Danantara. Namun, kecepatan konstruksi jangan sampai mengorbankan kualitas material. Sejarah mencatat banyak proyek rumah bantuan bencana di masa lalu yang bermasalah dengan kebocoran atau sanitasi buruk hanya beberapa bulan setelah dihuni.

Baca Juga:  Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari

Publik juga berharap proses verifikasi penerima manfaat dilakukan secara transparan. Jangan sampai ada warga yang benar-benar kehilangan rumah justru terlewatkan dalam pendataan, sementara pihak yang tidak berhak justru mendapatkan unit.

Rincian Sebaran Huntap:

  • Kabupaten Agam: 250 Unit (Fokus pada penyintas Galodo Marapi).

  • Kabupaten Tanah Datar: 200 Unit.

  • Pesisir Selatan: 150 Unit (Fokus pada korban banjir bandang pesisir).


Penulis: Redaksi Infrastruktur ArgumenRakyat.com

Sumber: Laporan Lapangan BPI Danantara & Kementerian PKP.

Berita Terkait

Produksi Konten hingga Podcast Bisnis, Dimensia Creative Payakumbuh Bantu UMKM Go Digital
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah RI Mulai Evakuasi WNI dari Iran Jalur Darat
Tak Cuma Kenyang, Tapi Bergizi! Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Inovasi Menu Kreatif di Program Makan Gratis
Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek
BBM Non-Subsidi Resmi Naik per 1 Maret 2026, Beban Baru Awal Bulan? Cek Daftar Harga Terbarunya!
Kedaulatan Harga Mati! DPR RI Desak Perlindungan Total Data Warga dalam Arus Lintas Negara
Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara
Ketua IBRATAMA: Pejabat Sumbar ‘Alergi’ Tan Malaka Karena Buta Sejarah, Warisi Sentimen Kolonial

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:06 WIB

Produksi Konten hingga Podcast Bisnis, Dimensia Creative Payakumbuh Bantu UMKM Go Digital

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:17 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah RI Mulai Evakuasi WNI dari Iran Jalur Darat

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:07 WIB

Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:03 WIB

BBM Non-Subsidi Resmi Naik per 1 Maret 2026, Beban Baru Awal Bulan? Cek Daftar Harga Terbarunya!

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:49 WIB

Kedaulatan Harga Mati! DPR RI Desak Perlindungan Total Data Warga dalam Arus Lintas Negara

Berita Terbaru