JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Memasuki pekan terakhir tahun 2025, kilau investasi emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau sedikit meredup. Setelah sempat mencetak rekor demi rekor sepanjang tahun, harga emas hari ini, Senin (29/12), justru menunjukkan tren koreksi.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam terkoreksi sebesar Rp9.000, membawa harga di level Rp2.596.000 per gram. Penurunan ini menjadi perhatian para investor ritel yang tengah menimbang strategi portofolio mereka menjelang pergantian tahun.
Aksi Ambil Untung di Balik Merosotnya Harga
Analisis pasar menyebutkan bahwa penurunan tipis ini merupakan fenomena wajar yang dikenal sebagai profit taking atau aksi ambil untung. Banyak investor besar maupun ritel memutuskan untuk mencairkan aset mereka demi mengamankan keuntungan (cuan) yang telah diraih sepanjang tahun 2025 yang sangat bullish.
“Koreksi ini bersifat teknikal dan sehat. Setelah reli panjang mencapai rekor tertinggi (ATH) di atas Rp2,6 juta pekan lalu, pasar membutuhkan ruang napas. Ini bukan sinyal krisis, melainkan penyesuaian pasar,” ungkap pengamat komoditas dalam keterangannya.
Faktor Global: Dolar AS dan Isu Perdamaian
Selain aksi jual di dalam negeri, pergerakan emas dunia juga dipengaruhi oleh sentimen global. Kabar mengenai kemajuan pembicaraan damai di beberapa titik konflik geopolitik, termasuk ketegangan di Eropa Timur, sedikit menurunkan status emas sebagai aset safe haven (pelindung nilai). Di sisi lain, nilai tukar Rupiah yang relatif stabil terhadap Dolar AS di penghujung tahun turut meredam lonjakan harga emas domestik.
Prediksi 2026: Masihkah Menjanjikan?
Meski hari ini “tiarap”, optimisme terhadap logam mulia diprediksi belum akan pudar di tahun depan. Beberapa lembaga keuangan internasional masih memproyeksikan harga emas dunia bisa menembus level baru pada kuartal pertama 2026.
ArgumenRakyat.com mencatat rincian harga emas Antam hari ini (sebelum pajak):
-
0,5 gram: Rp1.348.000
-
1 gram: Rp2.596.000
-
5 gram: Rp12.755.000
-
10 gram: Rp25.455.000
-
100 gram: Rp253.812.000
Saran Bagi Investor
Bagi masyarakat yang baru ingin memulai investasi, penurunan ini sering kali dipandang sebagai momen “diskon” untuk masuk (buy the dip). Namun, investor tetap diingatkan untuk tidak gegabah dan tetap memantau kebijakan suku bunga bank sentral (The Fed) yang akan menjadi motor penggerak utama harga emas di awal tahun 2026.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

