Waspada Modus Baru! Polri Ungkap Penipuan Investasi Kripto Bodong Berkedok Skema Ponzi senilai Miliaran Rupiah

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penipuan Investasi Kripto Bodong 2026 : AI

Ilustrasi Penipuan Investasi Kripto Bodong 2026 : AI

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik penipuan investasi kripto fiktif yang telah menjerat ratusan korban di seluruh Indonesia. Sebab, para pelaku menggunakan platform aplikasi canggih untuk mengelabui masyarakat agar menyetorkan sejumlah uang dengan iming-iming keuntungan besar. Oleh karena itu, polisi kini telah menetapkan tiga tersangka utama yang diduga kuat menjadi otak di balik skema penipuan digital tersebut pada Jumat (9/1/2026).

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tegas ini diambil menyusul banyaknya laporan masyarakat yang merasa dirugikan karena dana mereka tidak dapat ditarik kembali (withdraw).

Modus Operandi: Keuntungan Tetap dan Bonus Referal

Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menjalankan aksinya dengan menawarkan paket investasi digital yang diklaim terhubung dengan pasar global. Namun, kenyataannya aplikasi tersebut hanyalah sebuah sistem tertutup yang memutar uang antar anggota.

  • Janji Manis: Korban dijanjikan keuntungan tetap sebesar 20% setiap bulan tanpa risiko.

  • Skema Ponzi: Para pelaku menggunakan dana dari anggota baru untuk membayar keuntungan anggota lama. Akibatnya, sistem tersebut runtuh saat tidak ada lagi aliran dana dari nasabah baru.

  • Manipulasi Visual: Selain itu, aplikasi tersebut menampilkan grafik pergerakan harga palsu yang seolah-olah menunjukkan pertumbuhan aset korban secara nyata.

Baca Juga:  Etika Berkomentar di Medsos yang Sering Terlupakan: Jempolmu Harimaumu

Penyitaan Aset dan Imbauan Penegak Hukum

Meskipun para pelaku mencoba menghilangkan jejak digital, tim siber kepolisian berhasil melacak aliran dana ke beberapa rekening bank dan dompet digital luar negeri. Maka dari itu, sejumlah barang bukti berupa mobil mewah, perangkat komputer, dan aset kripto senilai miliaran rupiah kini telah disita. Bahkan, polisi menemukan daftar ribuan data calon korban lainnya yang sedang menjadi target komplotan ini. Terakhir, masyarakat diminta untuk selalu memverifikasi legalitas setiap platform investasi melalui situs resmi OJK atau Bappebti sebelum memutuskan untuk bergabung.

Baca Juga:  Skandal Investasi Kripto Terbesar 2026: Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Kerugian Ditaksir Tembus Rp200 Miliar

Argumen Kita: Pentingnya Literasi Digital di Era Kripto

ArgumenRakyat.com memandang bahwa maraknya penipuan ini adalah dampak dari rendahnya literasi finansial digital di tengah tren aset kripto. Tetapi, tindakan hukum saja tidak cukup jika masyarakat masih mudah tergiur oleh keuntungan instan yang tidak logis. Terakhir, pemerintah perlu lebih masif dalam melakukan kampanye edukasi investasi aman agar ruang gerak para pelaku penipuan digital semakin tertutup di tahun 2026 ini.(**)

Berita Terkait

Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Perkembangan AI
Pengunjung Tewas di Vegas Club Padang, Pengawasan Diperketat
Malware Mantax Otax Asal Indonesia Intip Chat WhatsApp
Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan
Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos
Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta
Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin
ChatGPT, Claude, dan Grok Down Serentak, Ini Teorinya

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:17 WIB

Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Perkembangan AI

Senin, 14 September 2026 - 13:14 WIB

Malware Mantax Otax Asal Indonesia Intip Chat WhatsApp

Sabtu, 12 September 2026 - 10:19 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Rabu, 9 September 2026 - 10:20 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Selasa, 8 September 2026 - 10:16 WIB

Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi iklan digital ShopeeVIP+ yang mengandalkan pendekatan storytelling. (Foto: iNews.id)

Bisnis

Iklan ShopeeVIP+ Dikira Cuplikan Film, Ini Strateginya

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:27 WIB

Ilustrasi telur, salah satu makanan yang dapat mendukung fokus dan konsentrasi anak. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

6 Makanan yang Bantu Anak Lebih Fokus dan Konsentrasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:22 WIB

CEO Nvidia Jensen Huang saat berbicara dalam sebuah forum teknologi. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Perkembangan AI

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:17 WIB

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bertemu jajaran BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Dok. ANTARA)

Ekonomi

Dana Desa Bisa Dipakai Bayar Iuran BPJS Pekerja Rentan

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:12 WIB

Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai dalam konferensi pers OTT di Kementerian ATR/BPN. (Foto: Dok. ANTARA)

Hukum

KPK Sita Rp106,3 Miliar di OTT ATR/BPN, 8 Tersangka

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:06 WIB