Era Pasca-Smartphone: Perang Perangkat ‘Wearable AI’ Tanpa Layar Mulai Geser Dominasi Ponsel Pintar

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perang Perangkat ‘Wearable AI’ Tanpa Layar Mulai Geser Dominasi Ponsel Pintar

Perang Perangkat ‘Wearable AI’ Tanpa Layar Mulai Geser Dominasi Ponsel Pintar

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Peta persaingan teknologi personal di penghujung tahun 2025 mengalami pergeseran dramatis. Dekade dominasi ponsel pintar (smartphone) mulai mendapatkan tantangan serius dari generasi baru perangkat Wearable AI tanpa layar. Perangkat berbentuk kacamata pintar (smart glasses), pin cerdas, hingga cincin pintar kini menjadi primadona baru yang menawarkan interaksi manusia dengan teknologi secara lebih natural dan instan.

Tren ini menandai dimulainya era “Screenless Tech” (Teknologi Tanpa Layar), di mana pengguna tidak lagi harus menunduk menatap layar, melainkan berinteraksi melalui suara, gestur, dan visi berbasis AI.

Kacamata Pintar dan AI Pin: Senjata Utama Baru

Dua perangkat yang paling menonjol dalam persaingan ini adalah kacamata pintar generasi terbaru dan perangkat semat (AI Pin). Berbeda dengan pendahulunya, perangkat di akhir 2025 ini telah dilengkapi dengan asisten virtual yang jauh lebih cerdas:

  1. Visi Real-Time: Kamera pada kacamata pintar kini mampu mendeteksi objek di depan mata secara real-time. Pengguna cukup bertanya, “Berapa kalori makanan ini?” atau “Di mana toko sepatu terdekat?”, dan AI akan menjawab langsung melalui audio di telinga.

  2. Terjemahan Instan: Dalam pertemuan bisnis internasional, perangkat ini mampu menerjemahkan percakapan lawan bicara secara langsung (live translation) ke dalam bahasa Indonesia lewat earpiece tanpa jeda berarti.

  3. Integrasi Asisten Suara: Tanpa perlu mengetik, pengguna bisa memerintahkan AI untuk membalas pesan WhatsApp, mengatur jadwal pertemuan, hingga memesan transportasi online hanya melalui perintah suara.

Baca Juga:  Asus ROG Xbox Ally X20 Rilis di RI, Harga Rp46,9 Juta

Alasan di Balik Popularitas “Tanpa Layar”

Pakar teknologi menyebutkan bahwa popularitas wearable AI didorong oleh keinginan masyarakat untuk mengurangi durasi menatap layar (screen time) yang sering memicu kelelahan mata dan isolasi sosial.

“Masyarakat mulai jenuh dengan distraksi konstan dari layar ponsel. Wearable AI menawarkan fungsi yang sama dengan ponsel namun tetap membiarkan pengguna hadir sepenuhnya di dunia nyata,” ungkap seorang analis tren digital kepada ArgumenRakyat.com (25/12).

Baca Juga:  Tak Perlu Pusing Lagi! Ini Cara Mudah Manfaatkan AI untuk Urusan Rumah Tangga di Hari Minggu

Tantangan Privasi dan Etika

Meskipun canggih, perangkat yang selalu “melihat” dan “mendengar” ini memicu perdebatan mengenai privasi di ruang publik. Kekhawatiran akan perekaman video tanpa izin menjadi isu utama yang tengah digodok oleh regulator di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Beberapa produsen merespons dengan menambahkan indikator lampu LED yang sangat terang saat kamera aktif sebagai bentuk transparansi kepada orang-orang di sekitar pengguna.

Masa Depan: Smartphone Sebagai “Otak” Tersembunyi

Meskipun wearable AI sedang naik daun, para ahli memprediksi ponsel pintar tidak akan hilang sepenuhnya dalam waktu dekat. Sebaliknya, ponsel akan berubah peran menjadi pusat pemrosesan data (hub) yang disimpan di saku, sementara interaksi harian dilakukan sepenuhnya melalui perangkat yang kita kenakan di tubuh.

Berita Terkait

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer
iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko
Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan
Hacker Jalankan iOS 16 di Ponsel Android untuk Pertama Kali
Robot Vacuum Bisa Rekam Rumah hingga Curi Data Pribadi
AI Prediksi Peluang Hidup Pasien Kanker dari Selfie
Chrome Kini Peringatkan Pengguna soal Situs Palsu
Komdigi Minta Klarifikasi Meta soal Jawaban AI

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:55 WIB

iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Hacker Jalankan iOS 16 di Ponsel Android untuk Pertama Kali

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Robot Vacuum Bisa Rekam Rumah hingga Curi Data Pribadi

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB