Tragedi di Perairan Komodo: Jenazah Anak Pelatih Valencia FC Ditemukan, Duka Mendalam Selimuti Labuan Bajo

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serpihan puing KM Putri Sakinah yang ditemukan Tim SAR Gabungan, Sabtu (27/12/2025). (Foto: Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere)

Serpihan puing KM Putri Sakinah yang ditemukan Tim SAR Gabungan, Sabtu (27/12/2025). (Foto: Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere)

LABUAN BAJO, ArgumenRakyat.com – Sektor pariwisata Indonesia berduka. Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan selama 24 jam terakhir di perairan Labuan Bajo akhirnya membuahkan hasil memilukan. Jenazah seorang remaja yang teridentifikasi sebagai putra dari pelatih klub sepak bola ternama Spanyol, Valencia FC, ditemukan pada Senin (29/12) pagi.

Korban merupakan salah satu penumpang dalam insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah yang terjadi di sekitar perairan Pulau Mauwang, kawasan Taman Nasional Komodo.

Kronologi Penemuan

Kepala Kantor Basarnas setempat menyatakan bahwa jenazah ditemukan oleh tim penyelam pada kedalaman sekitar 25 meter, tidak jauh dari titik koordinat kapal terakhir kali terlihat sebelum karam. Kondisi arus bawah laut yang cukup kuat sempat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi yang dimulai sejak Minggu sore.

Baca Juga:  Waspada Cuaca Ekstrem 2026: Tips Mitigasi Bencana dan Panduan Kesiapsiagaan Keluarga

“Korban ditemukan dalam kondisi masih berada di sekitar bangkai kapal. Tim langsung mengevakuasi jenazah ke RSUD Komodo untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum dipulangkan ke negara asal,” ungkap perwakilan tim SAR kepada awak media.

Dunia Sepak Bola Berduka

Kabar ini langsung menjadi sorotan media internasional, khususnya di Spanyol. Pihak klub Valencia FC dikabarkan telah mengirimkan ucapan belasungkawa melalui saluran resmi mereka. Pelatih dan keluarganya dilaporkan sedang berada di Labuan Bajo untuk menghabiskan liburan akhir tahun sebelum tragedi ini terjadi.

Dukungan moral terus mengalir dari berbagai tokoh sepak bola dunia bagi sang pelatih yang kini tengah menghadapi masa-masa sulit di ujung tahun 2025.

Sorotan pada Standar Keselamatan Pelayaran

Tragedi ini kembali memicu kritik tajam dari berbagai pihak mengenai standar keselamatan transportasi laut di destinasi wisata super prioritas tersebut. ArgumenRakyat.com mencatat bahwa faktor cuaca buruk yang tiba-tiba dan dugaan kelebihan muatan (overcapacity) menjadi poin utama yang sedang diinvestigasi oleh pihak Kepolisian Perairan (Polairud).

Baca Juga:  Gempa Beruntun Guncang Agam dan Pasaman, Pemulihan Pasca-Banjir Terus Dikebut

“Ini adalah alarm keras bagi pemerintah dan pengelola wisata. Kita tidak bisa terus-menerus mempromosikan wisata mewah tanpa jaminan keselamatan yang mumpuni. Nyawa manusia tidak boleh menjadi taruhan bagi devisa,” ujar salah satu pengamat pariwisata lokal.

Langkah Selanjutnya

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyatakan akan melakukan evaluasi total terhadap seluruh izin operasional kapal wisata di Labuan Bajo pasca-insiden ini. Sementara itu, proses repatriasi jenazah sedang diurus melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.(**)

Berita Terkait

Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek
Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Sabah Malaysia, Getaran Terasa hingga Kalimantan Utara
Protes Suara Tadarus oleh WNA di Gili Trawangan Jadi Perhatian Publik
Haul ke-77 Tan Malaka, Momentum Menghidupkan Kembali Tradisi Berpikir Kritis
Tragedi Berdarah di Kota Tual: Siswa MTs Tewas Dianiaya Oknum Brimob, DPR RI Selly Gantina: Ini Keji dan Biadab!
Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari
Viral Tangan Bayi Bengkak Usai Diinfus di RS Paramoun Makassar, Manajemen Beri Klarifikasi
Cuaca Buruk di Teluk Bone: KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam, KM Mandala Nusantara Putar Balik

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:07 WIB

Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek

Senin, 23 Februari 2026 - 23:06 WIB

Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Sabah Malaysia, Getaran Terasa hingga Kalimantan Utara

Senin, 23 Februari 2026 - 22:54 WIB

Protes Suara Tadarus oleh WNA di Gili Trawangan Jadi Perhatian Publik

Senin, 23 Februari 2026 - 03:47 WIB

Haul ke-77 Tan Malaka, Momentum Menghidupkan Kembali Tradisi Berpikir Kritis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:51 WIB

Tragedi Berdarah di Kota Tual: Siswa MTs Tewas Dianiaya Oknum Brimob, DPR RI Selly Gantina: Ini Keji dan Biadab!

Berita Terbaru