LABUAN BAJO, ArgumenRakyat.com – Sektor pariwisata Indonesia berduka. Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan selama 24 jam terakhir di perairan Labuan Bajo akhirnya membuahkan hasil memilukan. Jenazah seorang remaja yang teridentifikasi sebagai putra dari pelatih klub sepak bola ternama Spanyol, Valencia FC, ditemukan pada Senin (29/12) pagi.
Korban merupakan salah satu penumpang dalam insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah yang terjadi di sekitar perairan Pulau Mauwang, kawasan Taman Nasional Komodo.
Kronologi Penemuan
Kepala Kantor Basarnas setempat menyatakan bahwa jenazah ditemukan oleh tim penyelam pada kedalaman sekitar 25 meter, tidak jauh dari titik koordinat kapal terakhir kali terlihat sebelum karam. Kondisi arus bawah laut yang cukup kuat sempat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi yang dimulai sejak Minggu sore.
“Korban ditemukan dalam kondisi masih berada di sekitar bangkai kapal. Tim langsung mengevakuasi jenazah ke RSUD Komodo untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum dipulangkan ke negara asal,” ungkap perwakilan tim SAR kepada awak media.
Dunia Sepak Bola Berduka
Kabar ini langsung menjadi sorotan media internasional, khususnya di Spanyol. Pihak klub Valencia FC dikabarkan telah mengirimkan ucapan belasungkawa melalui saluran resmi mereka. Pelatih dan keluarganya dilaporkan sedang berada di Labuan Bajo untuk menghabiskan liburan akhir tahun sebelum tragedi ini terjadi.
Dukungan moral terus mengalir dari berbagai tokoh sepak bola dunia bagi sang pelatih yang kini tengah menghadapi masa-masa sulit di ujung tahun 2025.
Sorotan pada Standar Keselamatan Pelayaran
Tragedi ini kembali memicu kritik tajam dari berbagai pihak mengenai standar keselamatan transportasi laut di destinasi wisata super prioritas tersebut. ArgumenRakyat.com mencatat bahwa faktor cuaca buruk yang tiba-tiba dan dugaan kelebihan muatan (overcapacity) menjadi poin utama yang sedang diinvestigasi oleh pihak Kepolisian Perairan (Polairud).
“Ini adalah alarm keras bagi pemerintah dan pengelola wisata. Kita tidak bisa terus-menerus mempromosikan wisata mewah tanpa jaminan keselamatan yang mumpuni. Nyawa manusia tidak boleh menjadi taruhan bagi devisa,” ujar salah satu pengamat pariwisata lokal.
Langkah Selanjutnya
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyatakan akan melakukan evaluasi total terhadap seluruh izin operasional kapal wisata di Labuan Bajo pasca-insiden ini. Sementara itu, proses repatriasi jenazah sedang diurus melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

