Skandal “Data-Leak” Global: Jutaan Akun Media Sosial Bocor di Awal 2026

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Data Leak

Data Leak

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Dunia digital kembali diguncang oleh kabar buruk mengenai keamanan privasi pengguna internet. Sebab, sebuah aliansi peneliti keamanan siber internasional baru saja mengungkap kebocoran data raksasa yang melibatkan perusahaan teknologi asal Silicon Valley. Akibatnya, jutaan data pribadi pengguna kini tersebar luas di forum gelap atau dark web.

Data Sensitif yang Terancam

Kebocoran ini mencakup berbagai informasi sensitif yang seharusnya terlindungi dengan ketat. Oleh karena itu, para ahli memperingatkan risiko pencurian identitas yang mungkin dialami oleh para korban.

  • Informasi Lokasi: Data pergerakan pengguna secara real-time dilaporkan telah bocor ke publik.

  • Riwayat Transaksi: Informasi mengenai detail pembayaran dan belanja juga menjadi bagian dari data yang terekspos.

  • Data Pribadi: Identitas lengkap serta akun media sosial jutaan orang kini berada dalam bahaya.

Baca Juga:  Sorotan Pasal Kontroversial: Penghinaan Pejabat dan Ancaman di Ranah Privat

Investigasi Lintas Negara Mulai Berjalan

Meskipun perusahaan terkait belum memberikan pernyataan resmi secara mendalam, pemerintah Amerika Serikat dan Uni Eropa telah bertindak. Bahkan, mereka segera meluncurkan penyelidikan gabungan untuk mengusut adanya pelanggaran privasi yang sistemik.

Baca Juga:  Ledakan AI di Penghujung 2025, Dari Asisten Virtual "Dazzle" Hingga Ancaman Siber Agentik

Selain itu, insiden ini menjadi tamparan keras bagi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang masif di tahun 2026. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa perlindungan data pribadi masih menjadi titik lemah yang sangat krusial.

Argumen Kita: Urgensi Kedaulatan Data

ArgumenRakyat.com memandang skandal ini sebagai pengingat penting bagi pemerintah Indonesia. Maka dari itu, penguatan regulasi perlindungan data pribadi harus menjadi prioritas utama. Jika tidak, warga negara akan terus menjadi korban dari ketidaksiapan perusahaan teknologi dalam menjaga privasi pengguna.(**)

Berita Terkait

Update Gadget 2026: iPhone di iBox Turun Harga Mulai Rp8 Jutaan, Infinix Note 60 Gebrak Pasar dengan Fitur Satelit
Revolusi Birokrasi: INA Digital Siap Jadi ‘SuperApp’ Pemerintahan 2026, Pangkas 27 Ribu Aplikasi
Sejarah Baru! Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Soroti Isu Gizi dan Pendidikan Global
Transformasi Digital Polri: ETLE Drone Patroli Presisi Resmi Mengangkasa, Incar Pelanggar dari Udara
Indonesia Resmi Blokir Grok AI Milik Elon Musk Akibat Skandal Deepfake Pornografi
Konektivitas Tanpa Batas: Satelit Merah Putih-2 Resmi Beroperasi untuk Perkuat Internet di Wilayah 3T
Waspada Modus Baru! Polri Ungkap Penipuan Investasi Kripto Bodong Berkedok Skema Ponzi senilai Miliaran Rupiah
Revolusi Birokrasi: Kemenpan-RB Percepat Integrasi GovTech untuk Digitalisasi Layanan Publik 2026

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 21:24 WIB

Update Gadget 2026: iPhone di iBox Turun Harga Mulai Rp8 Jutaan, Infinix Note 60 Gebrak Pasar dengan Fitur Satelit

Senin, 12 Januari 2026 - 18:50 WIB

Revolusi Birokrasi: INA Digital Siap Jadi ‘SuperApp’ Pemerintahan 2026, Pangkas 27 Ribu Aplikasi

Senin, 12 Januari 2026 - 18:18 WIB

Sejarah Baru! Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Soroti Isu Gizi dan Pendidikan Global

Minggu, 11 Januari 2026 - 13:04 WIB

Transformasi Digital Polri: ETLE Drone Patroli Presisi Resmi Mengangkasa, Incar Pelanggar dari Udara

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:26 WIB

Indonesia Resmi Blokir Grok AI Milik Elon Musk Akibat Skandal Deepfake Pornografi

Berita Terbaru

Opini

POLITIK JULO-JULO

Minggu, 18 Jan 2026 - 11:27 WIB