JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Panggung teknologi dunia dan tanah air hari ini, Minggu (28/12/2025), didominasi oleh lompatan besar dalam kecerdasan buatan (AI). Tidak lagi sekadar alat pencari informasi, AI kini bertransformasi menjadi “rekan kerja” yang lebih personal, namun di sisi lain membawa risiko keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Mantan Bos Yahoo Luncurkan “Dazzle”: Era Baru Asisten Virtual
Dunia teknologi hari ini dihebohkan dengan peluncuran Dazzle, asisten virtual berbasis AI terbaru yang digagas oleh mantan petinggi Yahoo. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Dazzle dirancang untuk memiliki kemampuan multimodal yang sangat intuitif—mampu memahami konteks percakapan emosional dan membantu manajemen tugas harian secara proaktif.
Kehadiran Dazzle diprediksi akan menantang dominasi pemain besar seperti Google Gemini dan ChatGPT di pasar konsumen global pada awal tahun 2026.
Waspada “AI Agentik”: Ancaman Siber Baru 2026
Di tengah euforia inovasi, pakar keamanan siber nasional hari ini mengeluarkan peringatan keras mengenai tren AI Agentik yang mulai marak di akhir 2025. Berbeda dengan malware biasa, AI Agentik dapat bekerja secara mandiri, belajar dari sistem pertahanan yang mereka serang, dan melakukan adaptasi secara real-time.
Catatan Redaksi: Kejahatan siber kini tidak lagi menunggu perintah manusia. Mereka menggunakan agen AI yang mampu melakukan phishing yang sangat personal dan sulit dideteksi bahkan oleh sistem keamanan tingkat korporat.
Inovasi Gadget: Xiaomi 17 Ultra dan Honor Power 2 “Kembaran” iPhone
Dari pasar perangkat keras, peluncuran Xiaomi 17 Ultra menjadi pembicaraan hangat karena membawa peningkatan drastis pada sensor kamera premium. Sementara itu, Honor Power 2 memicu perdebatan di kalangan antusias gadget karena desain dan warnanya yang dinilai sangat identik dengan iPhone 17 Pro, memicu isu homogenisasi desain di industri smartphone global.
Indonesia Menuju Kedaulatan Digital
Di level nasional, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) hari ini merilis data indeks masyarakat cakap digital yang menunjukkan peningkatan positif. Fokus utama saat ini adalah penguatan infrastruktur publik digital untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Otorita IKN pun baru saja menyosialisasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mewujudkan Smart Government di ibu kota baru.
Argumen Kita: Inovasi Tanpa Perlindungan Adalah Bumerang
ArgumenRakyat.com menilai bahwa kecepatan adopsi teknologi di Indonesia harus dibarengi dengan edukasi literasi keamanan yang masif. Penyaluran bansos digital atau operasional layanan publik berbasis AI tidak akan berarti banyak jika perlindungan data pribadi masih menyisakan celah bagi AI Agentik. Tahun 2026 harus menjadi momentum bagi pengesahan aturan turunan UU PDP yang lebih teknis dan menjangkau ranah AI.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

