LIMAPULUH KOTA —
Masyarakat memperingati Haul ke-77 Tan Malaka di Jorong Pandam Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu (22/2/2026). Kegiatan ini menjadi momen refleksi untuk mengenang perjuangan dan menghidupkan kembali gagasan besar Tan Malaka.
Acara berlangsung di kampung halaman Tan Malaka. Bupati Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha hadir bersama unsur DPRD, tokoh adat, ninik mamak, serta pegiat seni budaya.
H. Ferizal Ridwan, pendiri sekaligus Ketua Yayasan Ibratama, turut memimpin kegiatan ini. Ia secara konsisten menginisiasi peringatan haul sebagai upaya merawat warisan intelektual Tan Malaka.
“Peringatan ini bukan sekadar mengenang tokoh. Kita ingin merefleksikan gagasan dan perjuangannya dalam membangun bangsa,” ujar Ferizal Ridwan.
Doa dan Tabur Bunga
Panitia membuka kegiatan dengan doa bersama. Setelah itu, para tokoh melaksanakan prosesi tabur bunga. Mereka menjadikannya simbol penghormatan atas jasa Tan Malaka bagi bangsa.
Suasana berlangsung khidmat. Masyarakat menunjukkan penghargaan mendalam kepada sosok revolusioner tersebut.
Safni Sikumbang menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini. Menurutnya, generasi muda harus mengenal sejarah tokoh nasional dari daerahnya sendiri.
“Haul ini bukan hanya penghormatan. Ini ajakan untuk berpikir mandiri, kritis, dan berani melawan ketidakadilan,” katanya.
Warisan Madilog Tetap Relevan
Tan Malaka memperkenalkan konsep berpikir rasional melalui karyanya Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika). Ia mendorong masyarakat menggunakan logika dan metode ilmiah untuk membangun bangsa.
Nilai tersebut tetap relevan hingga sekarang. Banyak pihak menilai gagasan Tan Malaka masih penting untuk menghadapi tantangan zaman modern.
Melalui peringatan ini, masyarakat diajak tidak hanya mengenang sejarah. Mereka juga diajak menerapkan nilai-nilai pemikiran Tan Malaka dalam kehidupan berbangsa.
Diusulkan Jadi Agenda Tahunan
Yayasan dan tokoh masyarakat mendorong pemerintah daerah menjadikan haul ini sebagai agenda tahunan resmi. Mereka ingin penghormatan terhadap Tan Malaka berlangsung secara berkelanjutan.
Peringatan ini menegaskan bahwa tanah kelahiran Tan Malaka bukan sekadar situs sejarah. Tempat ini menjadi ruang belajar tentang keberanian berpikir dan memperjuangkan keadilan.
Redaksi Argumen Rakyat









![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)