JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Di tengah hiruk-pikuk persiapan perayaan Tahun Baru 2026, sebuah kabar melegakan datang dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Dalam rilis capaian kinerja akhir tahun yang digelar hari ini, Selasa (30/12), Polri mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan status “Zero Terror Attack” atau nihil serangan terorisme sepanjang tahun 2025.
Pencapaian ini menandai keberhasilan pemerintah, khususnya detasemen khusus Densus 88 Antiteror, dalam menjaga stabilitas keamanan nasional selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023.
Strategi Pencegahan yang Senyap namun Efektif
Keberhasilan mencatatkan angka nol pada serangan teror bukan berarti tanpa tantangan. Kapolri menegaskan bahwa sepanjang tahun 2025, Polri telah melakukan serangkaian langkah preventif yang masif. Tercatat sebanyak 51 tersangka terorisme dari berbagai jaringan telah diamankan sebelum mereka sempat melancarkan aksi.
“Zero attack bukan berarti ancaman itu hilang. Ini adalah hasil dari kerja keras intelijen dan penegakan hukum yang bersifat proaktif atau pre-emptive strike. Kami memotong sumbu sebelum api sempat menyala,” tegas Kapolri dalam konferensi pers tersebut.
Pergeseran Ancaman: Target Anak Muda via Dunia Maya
Meskipun secara fisik serangan berhasil diredam, ArgumenRakyat.com mencatat adanya peringatan serius dari Polri mengenai pergeseran pola penyebaran paham radikal. Musuh yang dihadapi kini tidak lagi hanya berupa sel-sel fisik, melainkan konten radikalisme digital.
Polri menengarai adanya upaya infiltrasi paham radikal melalui platform yang dekat dengan generasi muda, termasuk:
-
Media Sosial: Narasi intoleransi yang dibungkus dengan isu sosial.
-
Game Online: Pemanfaatan fitur chat dalam permainan daring untuk merekrut anggota muda.
-
Aplikasi Pesan Singkat: Penyebaran konten video propaganda berdurasi pendek.
Kolaborasi dengan Masyarakat dan Kominfo
Menghadapi tantangan tahun 2026, Polri berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta tokoh-masyarakat. Program deradikalisasi dan penguatan nilai-nilai Pancasila di tingkat akar rumput tetap menjadi prioritas utama.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran masyarakat untuk melaporkan hal-hal mencurigakan di lingkungannya adalah kunci utama mengapa Indonesia tetap aman hingga hari ini,” tambah pihak Mabes Polri.
Analisis ArgumenRakyat
Prestasi Zero Terror Attack patut diapresiasi setinggi-tingginya sebagai modal utama stabilitas ekonomi dan pariwisata nasional. Namun, kewaspadaan tidak boleh luntur. Transformasi ancaman ke dunia digital mengharuskan pemerintah untuk tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas secara siber dalam menjaga pikiran anak-anak bangsa dari paparan ekstremisme.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

