Viral Tangan Bayi Bengkak Usai Diinfus di RS Paramoun Makassar, Manajemen Beri Klarifikasi

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral tangan bayi bengkak hingga berlubang usai diinfus di RSIA Paramount Makassar. Foto: (dok. istimewa)

Viral tangan bayi bengkak hingga berlubang usai diinfus di RSIA Paramount Makassar. Foto: (dok. istimewa)

MAKASSAR, ArgumenRakyat.com — Kasus viral mengenai tangan bayi yang mengalami pembengkakan parah usai menjalani perawatan di RSIA Paramount Makassar memasuki babak baru. Berdasarkan investigasi terbaru per Kamis, 19 Februari 2026, terungkap bahwa korban merupakan bayi perempuan berusia 9 bulan berinisial ASA. Pihak keluarga kini telah mengambil langkah hukum tegas setelah kondisi tangan sang buah hati memburuk hingga harus menjalani tindakan operasi.

Peristiwa ini bermula saat bayi ASA dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSIA Paramount pada 19 Januari 2026 dengan keluhan demam dan muntah. Namun, setelah tiga hari perawatan, tangan kanan yang terpasang infus mengalami pembengkakan berat yang disertai luka lebam.

Diagnosis Phlebitis dan Kondisi Luka yang Memprihatinkan

Manajemen RSIA Paramount memberikan klarifikasi medis bahwa kondisi yang dialami bayi ASA adalah phlebitis, yaitu peradangan pada pembuluh darah vena yang dipicu oleh pemasangan infus. Kondisi ini diperparah dengan munculnya abses (kumpulan nanah) yang terlokalisir, sehingga tangan bayi dilaporkan tampak “berlubang” dalam rekaman video yang viral di media sosial.

Baca Juga:  Gempa Beruntun Guncang Agam dan Pasaman, Pemulihan Pasca-Banjir Terus Dikebut

Akibat komplikasi tersebut, bayi ASA harus menjalani tindakan operasi pada 5 Februari 2026 untuk menangani abses tersebut. Meskipun pihak rumah sakit mengeklaim telah memberikan penanganan sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO), keluarga menilai ada kelalaian fatal dalam pemantauan kondisi pasien setelah infus dipasang berulang kali.

Keluarga Layangkan Somasi Ganti Rugi Rp500 Juta

Kecewa dengan penjelasan pihak rumah sakit, orang tua bayi ASA melalui kuasa hukumnya secara resmi melayangkan somasi kepada manajemen RSIA Paramount pada 11 Februari 2026. Terdapat tiga poin utama dalam somasi tersebut:

  1. Permintaan klarifikasi terbuka mengenai kesalahan penanganan medis.

  2. Tuntutan ganti rugi materiil dan imateriil senilai Rp500 juta.

  3. Perbaikan sistem dan prosedur layanan medis agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Manajemen rumah sakit menyatakan siap menghadapi proses hukum jika mediasi tidak membuahkan hasil. “Kami sudah melakukan audit internal, mulai dari kronologi perawat hingga audit medik oleh dokter yang bertugas,” ujar perwakilan RSIA Paramount Makassar.

Pengawasan Dinkes dan Mediasi IDI Makassar

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar telah turun tangan sebagai mediator dalam kasus ini. Ketua IDI Makassar, dr. Abdul Azis, menekankan pentingnya komunikasi dan empati dari pihak tenaga medis saat terjadi risiko tindakan. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Makassar terus melakukan pemantauan intensif terhadap proses investigasi medis guna memastikan standar keselamatan pasien tetap terjaga.

Baca Juga:  Kemenhaj Beberkan Temuannya: Dugaan Kongkalikong Tipu-Tipu Badal dan Dam di Tanah Suci

Perspektif ArgumenRakyat.com ArgumenRakyat.com memandang bahwa transparansi dalam audit medis adalah harga mati bagi RSIA Paramount Makassar untuk memulihkan kepercayaan publik. Kasus bayi ASA bukan sekadar masalah teknis phlebitis, melainkan ujian bagi rumah sakit dalam menunjukkan tanggung jawab kemanusiaan. Kami mendorong otoritas kesehatan untuk mengawal kasus ini hingga tuntas agar somasi Rp500 juta ini tidak hanya berakhir sebagai sengketa angka, tetapi menjadi momentum perbaikan SPO layanan kesehatan ibu dan anak di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.


Sumber Referensi:

  • Laporan Investigasi DetikSulsel: Kronologi Tangan Bayi Berlubang (19 Februari 2026).

  • Data Penanganan Medis RSIA Paramount Makassar.

  • Klarifikasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar.

  • Pemantauan Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Berita Terkait

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia
Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh
Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi
Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi
Air Liur Kucing Berbahaya bila Kena Luka Terbuka
Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:35 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Air Liur Kucing Berbahaya bila Kena Luka Terbuka

Berita Terbaru

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi. (Foto: Dok. Humas Polres Pariaman)

Daerah

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:18 WIB