JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Publik jagad maya Indonesia berduka atas kepergian mendadak selebgram ternama, Lula Lahfah. Jasad almarhumah ditemukan di sebuah unit apartemen di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat malam, 23 Januari 2026, sekitar pukul 19.20 WIB. Hingga hari ini, Minggu (25/1/2026), penyebab pasti kematian sosok yang memiliki jutaan pengikut di media sosial tersebut masih menjadi tanda tanya besar dan menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengonfirmasi bahwa proses investigasi tengah berjalan secara intensif guna memberikan kepastian hukum dan menjawab spekulasi yang berkembang luas di masyarakat.
Kronologi Penemuan dan Keterangan Awal Medis
Berdasarkan laporan investigasi awal, jasad Lula Lahfah pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan (sekuriti) apartemen tempatnya tinggal di Jakarta Selatan. Penemuan tersebut segera dilaporkan ke pihak berwajib yang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi sementara dari surat keterangan medis menunjukkan bahwa almarhumah mengalami henti jantung dan henti napas pada saat kejadian. Namun, keterangan ini dinilai belum cukup kuat untuk menyimpulkan pemicu utama kondisi tersebut. Spekulasi mengenai overdosis sempat mencuat di berbagai platform media sosial, namun pihak kepolisian meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak menyebarkan disinformasi.
Penyelidikan Polda Metro Jaya: Periksa Sopir hingga ART
Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa tim penyidik telah melakukan langkah-langkah prosedural dengan meminta keterangan dari sejumlah orang terdekat almarhumah. Setidaknya, sopir pribadi dan asisten rumah tangga (ART) Lula Lahfah telah dimintai kesaksian untuk merunut aktivitas terakhir sang selebgram sebelum ditemukan tutup usia.
“Polisi mengungkap bahwa hasil rekam medis lengkap terkait kematian Lula Lahfah dijadwalkan akan dibeberkan oleh pihak rumah sakit pada Senin, 26 Januari 2026 esok hari,” tulis laporan dari tvOneNews. Data rekam medis tersebut diharapkan menjadi kunci untuk mengungkap apakah ada faktor eksternal atau riwayat penyakit tertentu di balik tragedi ini.
Duka Mendalam Sahabat dan ‘Take Me Instead’ Reza Arap
Kabar duka ini tidak hanya menyita perhatian publik tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi rekan-rekan sesama kreator konten. Salah satu yang paling disorot adalah ekspresi duka dari musisi sekaligus rekan dekatnya, Reza Arap. Melalui unggahan di media sosial yang viral, Reza Arap menuliskan pesan menyayat hati: “Take Me Instead” (Ambillah Aku Sebagai Gantinya).
Momen emosional juga terekam saat prosesi pemakaman Lula Lahfah. Tangis pecah Reza Arap di pusara almarhumah menjadi topik yang banyak dibagikan netizen, di mana ia tampak sangat terpukul dan kesulitan untuk berdiri tegak menghadapi kenyataan tersebut.
Perspektif ArgumenRakyat.com
ArgumenRakyat.com memandang bahwa fenomena viralnya berita kematian publik figur sering kali memicu gelombang spekulasi yang tidak terkendali di ruang digital. Kecepatan informasi di media sosial harus diimbangi dengan sikap bijak pembaca dalam memilah data yang belum terverifikasi. Langkah Polda Metro Jaya yang akan membuka hasil rekam medis secara transparan besok merupakan langkah krusial untuk mengakhiri polarisasi opini serta memberikan penghormatan terakhir yang bermartabat bagi almarhumah Lula Lahfah.(**)
Sumber Referensi:
-
Laporan Investigasi tvOneNews: Rekam Medis Lula Lahfah (Januari 2026).
-
Breaking News Jakarta Tribunnews: Penemuan Jasad di Apartemen Jaksel.
-
Update Nasional Sindonews: Pemeriksaan Saksi dan Cuitan Reza Arap.
-
Pernyataan Resmi Kabid Humas Polda Metro Jaya.









![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)