JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan sejarah baru pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Sebab, ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik militer di Amerika Latin telah memaksa investor mencari perlindungan pada aset aman. Oleh karena itu, harga emas hari ini melonjak tajam ke level tertinggi sepanjang masa, yakni mencapai Rp2.580.000 per gram.
Dampak Krisis Venezuela Terhadap Pasar Komoditas
Lonjakan harga ini tidak terlepas dari situasi politik di Venezuela yang semakin memanas pasca-intervensi militer asing. Akibatnya, pasar finansial global mengalami volatilitas tinggi yang menguntungkan instrumen logam mulia.
-
Sentimen Safe Haven: Investor cenderung melepas aset berisiko seperti saham dan beralih ke emas untuk mengamankan kekayaan mereka.
-
Pelemahan Mata Uang: Ketegangan geopolitik ini juga memberikan tekanan pada mata uang utama dunia. Maka dari itu, nilai emas dalam satuan mata uang domestik menjadi jauh lebih mahal.
-
Harga Buyback: Tidak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) oleh Antam juga dilaporkan meningkat signifikan, memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ingin melakukan profit taking.
Analisis Teknis: Apakah Akan Terus Naik?
Meskipun harga saat ini sudah sangat tinggi, sejumlah analis komoditas memprediksi tren kenaikan masih mungkin berlanjut. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi teknis jika situasi di Venezuela mulai mereda. Selain itu, kenaikan harga emas ini juga berdampak pada sektor industri perhiasan nasional. Bahkan, beberapa toko emas di kota besar melaporkan penurunan volume transaksi karena daya beli masyarakat yang mulai tertahan oleh harga yang melambung tinggi.
Argumen Kita: Emas Tetap Menjadi Benteng Finansial
ArgumenRakyat.com memandang bahwa lonjakan harga ini merupakan pengingat pentingnya diversifikasi aset bagi keluarga Indonesia. Terakhir, di tengah ancaman inflasi energi dan ketidakpastian global di tahun 2026, memegang emas tetap menjadi pilihan paling logis untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dalam jangka panjang.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

