PADANG, ArgumenRakyat.com – Isak tangis dan ketegangan mewarnai kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang, sejak dini hari tadi. Hujan ekstrem yang tidak kunjung reda memaksa Tim SAR Gabungan dan BPBD berjibaku melawan arus deras untuk mengevakuasi puluhan warga yang terjebak di dalam rumah mereka yang mulai tenggelam.
Banjir yang dipicu oleh tingginya curah hujan di hulu dan buruknya drainase kota ini membuat ketinggian air di beberapa titik mencapai lebih dari 1,2 meter, melumpuhkan aktivitas dan mengancam keselamatan nyawa.
Detik-Detik Penyelamatan di Dadok Tunggul Hitam
Aksi paling dramatis terjadi ketika petugas harus menjebol langit-langit salah satu rumah warga untuk menyelamatkan seorang lansia dan dua balita yang terjepit di tengah genangan yang terus naik. Dengan menggunakan perahu karet dan tali pengaman, petugas menggendong korban satu per satu di tengah kegelapan malam.
-
Fokus Evakuasi: Prioritas utama diberikan kepada kelompok rentan; lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
-
Kondisi Lapangan: Arus air yang kencang di gang-gang sempit pemukiman menjadi kendala utama, namun dedikasi personel di lapangan berhasil memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Daftar Wilayah Terdampak Parah
Berdasarkan data terkini dari Pusdalops BPBD Kota Padang, selain Dadok Tunggul Hitam, beberapa wilayah lain juga melaporkan kondisi kritis:
-
Koto Tangah: Komplek perumahan warga terendam rata-rata 80 cm.
-
Nanggalo: Luapan sungai mengakibatkan akses jalan utama terputus total.
-
Kuranji: Beberapa titik dilaporkan mengalami longsor skala kecil yang menutup akses warga.
Argumen Kita: Alarm Keras untuk Tata Kelola Drainase
ArgumenRakyat.com memandang bahwa peristiwa “rutin” setiap awal tahun ini bukan lagi sekadar bencana alam biasa. Ini adalah kegagalan sistemik dalam pengelolaan ruang dan drainase kota. Padang adalah kota pesisir dengan risiko hidrometeorologi tinggi; membiarkan drainase tersumbat dan sungai mendangkal adalah resep sempurna menuju katastrofe.
“Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan heroisme Tim SAR. Heroisme sejati pemerintah daerah adalah memastikan warga tidak perlu dievakuasi karena rumah mereka sudah aman dari banjir,” tegas redaksi kami.
Pusat Pengungsian Sementara
Hingga berita ini diturunkan, warga yang berhasil dievakuasi telah ditempatkan di beberapa titik aman:
-
Masjid Baitul Hikmah (Dadok): Menampung sekitar 45 jiwa.
-
Kantor Camat Koto Tangah: Difungsikan sebagai posko utama dan dapur umum.
-
Puskesmas Terdekat: Siaga untuk menangani warga yang mulai mengeluhkan gatal-gatal dan demam.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

