**JAKARTA, ArgumenRakyat.com —** Penggunaan lensa kontak selama penerbangan jarak jauh perlu diperhatikan karena kondisi kabin pesawat dapat membuat mata lebih kering dan tidak nyaman.
Udara di dalam kabin memiliki kelembapan rendah sehingga mengurangi kelembapan lensa kontak dan berpotensi memicu iritasi hingga gangguan pada permukaan mata. Pemakaian lensa kontak selama berjam-jam dapat memperburuk gejala mata kering, menimbulkan rasa tidak nyaman, serta membuat penglihatan kabur sesekali.
Peringatan itu disampaikan dokter mata asal Illinois, Amerika Serikat, Valerie Kattouf. “Udara kabin memiliki kelembapan yang jauh lebih rendah sehingga dapat menghilangkan kelembapan dari lensa kontak dan membuat mata semakin kering,” kata Kattouf.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Belajar dari Kasus Ulkus Kornea
Risiko tersebut menjadi perhatian setelah seorang perempuan mengalami gangguan penglihatan usai penerbangan jarak jauh. Ia mengenakan lensa kontak selama penerbangan 11 jam dari Yunani dan sepanjang perjalanan yang berlangsung sekitar 24 jam, bahkan tetap memakai lensa kontak saat berenang dan mandi.
Beberapa hari setelah tiba, ia merasakan nyeri dan sensitif terhadap cahaya. Penglihatannya memburuk dan dokter mendiagnosisnya mengalami ulkus kornea, yakni luka pada lapisan bening di bagian depan mata. Ia dirawat dengan obat tetes mata selama beberapa minggu dan sebagian penglihatannya masih kabur.
Tidur saat Penerbangan Ikut Berisiko
Selain udara kabin yang kering, tidur selama penerbangan panjang juga menjadi hal yang perlu diperhatikan pengguna lensa kontak. Kebiasaan itu meningkatkan risiko karena mata tertutup lama tanpa kelembapan yang cukup.









