JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Inovasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara meraih penghargaan 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi dari Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan diserahkan pada 50-in-5 Milestone Event. Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menilai QRIS Antarnegara membuktikan interoperabilitas tidak mengharuskan setiap negara memakai sistem yang sama. “Dengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan masyarakat dan membuka peluang melampaui batas negara,” kata Filianingsih.
Menurut Bank Indonesia, yang dibutuhkan bukan sistem seragam, melainkan kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati, serta komitmen untuk menghubungkan sistem yang sudah dimiliki masing-masing negara.
Transaksi Lintas Negara Tembus Rp5,90 Triliun
Sejak diimplementasikan pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara oleh pengguna negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi atau senilai Rp5,90 triliun. Sebaliknya, transaksi pengguna Indonesia di negara mitra mencapai 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun, sehingga nilai transaksi yang masuk ke Indonesia lebih tinggi Rp4,17 triliun.
Konektivitas itu dibangun bersama otoritas dan industri sistem pembayaran di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, dengan tetap memanfaatkan infrastruktur domestik masing-masing negara.
Peluang Baru bagi Pelaku Usaha
Dari dalam negeri, QRIS telah menjangkau 45,46 juta merchant hingga Juli 2026 dan 96,69 persen di antaranya merupakan UMKM. QRIS Antarnegara membuka peluang pelaku usaha, terutama UMKM, melayani transaksi wisatawan mancanegara tanpa harus membangun sistem pembayaran baru.
Bank Indonesia menyatakan akan terus memperluas QRIS Antarnegara dengan negara mitra potensial, terutama yang memiliki keterhubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.
Di sebuah kota kecil, seorang penjual kuliner rumahan sempat mengeluh dagangannya hanya dikenal tetangga sendiri. Setelah rutin merekam proses memasak, mengunggahnya sebagai video pendek, dan membagikan momen bersama pelanggan, pesanan mulai berdatangan dari luar kota. Perubahan itu bukan karena ia menambah modal besar, melainkan karena usahanya kini punya jejak digital yang mudah ditemukan orang.
Cerita semacam itu memperlihatkan video bekerja seperti aset, bukan sekadar unggahan sesaat. Satu konten bisa menjelaskan produk, menjawab keraguan calon pembeli, dan bertahan lama di hasil pencarian. Karena itu pelaku usaha perlu menyusun strategi konten: menentukan pesan utama, menjaga kualitas gambar dan suara, memilih judul dengan kata kunci yang dicari orang, lalu mengoptimasi kanal agar mudah ditemukan di mesin pencari maupun media sosial. Digital marketing yang tertata membuat usaha kecil bisa tampil setara dengan merek besar.
Untuk membangun nama yang lebih dalam, Podcast Kusieh Bendi membuka ruang bagi pengusaha, tokoh daerah, maupun pemilik merek agar bercerita langsung tentang perjalanan dan gagasannya. Percakapan yang dikemas serius ini membantu membangun personal branding sekaligus branding produk yang tersimpan lama di ingatan publik. Paket kerja samanya bisa dilihat di dimensiacreative.com/proposal.
Bila Anda membutuhkan tim yang menggarap produksi video, dokumentasi kegiatan, siaran langsung acara resmi, sampai perencanaan publikasi yang terukur, Dimensia Creative siap mendampingi dari konsep hingga tayang. Sapa tim kami lewat WhatsApp 0812-6349-2788 atau lihat daftar layanannya di dimensiacreative.com.









