Pemkab Lima Puluh Kota Antisipasi Tekanan Fiskal 2026, Efisiensi dan Penguatan Ekonomi Lokal Jadi Andalan

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota | Argumenrakyat.com— Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota mulai menyiapkan langkah strategis menghadapi rencana pemotongan transfer pusat pada Tahun Anggaran 2026. Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Wartawan Tahun 2025 yang digelar di Hotel Kondang Sarilamak, Tanjung Pati, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, dan turut dihadiri Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Lima Puluh Kota, Drs. Ahmad Zuhdi Perama Putra, M.Si. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi perhatian khusus para wartawan yang ingin memperoleh penjelasan langsung terkait kondisi keuangan daerah ke depan.

Dalam sesi diskusi, wartawan Argumenrakyat.com menyoroti rencana pemotongan transfer daerah dari pemerintah pusat yang diperkirakan cukup signifikan dan berpotensi mempersempit ruang fiskal pembangunan. Menanggapi hal tersebut, Ahmad Zuhdi mengakui bahwa kebijakan itu akan berdampak besar bagi daerah.

Baca Juga:  Sorotan Pasal Kontroversial: Penghinaan Pejabat dan Ancaman di Ranah Privat

Ia menjelaskan, selama ini sekitar 90 persen struktur APBD Lima Puluh Kota masih bergantung pada dana transfer pusat. Jika pengurangan transfer benar-benar terjadi, pemerintah daerah tidak punya banyak pilihan selain melakukan penyesuaian.

“Efisiensi anggaran menjadi langkah yang tidak terelakkan, disertai upaya peningkatan pendapatan daerah melalui sektor-sektor potensial, khususnya pertanian dan perdagangan,” ungkap Ahmad Zuhdi.

Menurutnya, dua sektor tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah. Dengan pengelolaan yang lebih optimal, pemerintah berharap tekanan fiskal dapat ditekan tanpa mengorbankan program prioritas.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap menjaga keberlanjutan pembangunan dan kualitas pelayanan publik meski berada dalam situasi keuangan yang terbatas. Prinsip pembangunan berkelanjutan, kata dia, akan menjadi pegangan utama dalam menyusun kebijakan ke depan.

Baca Juga:  Hambalang Memanas: Retret Kabinet Prabowo Dimulai Hari Ini, Fokus Satu Komando

Sementara itu, wacana efisiensi anggaran memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sebagian warga khawatir pengetatan belanja daerah akan berdampak pada aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil yang masih berupaya bangkit pascapandemi.

Eko, warga Tanjung Pati, berharap kebijakan efisiensi tidak justru memberatkan masyarakat kecil. “Pemerintah harus tetap memperhatikan kelompok rentan agar tidak terdampak langsung oleh kebijakan penghematan,” ujarnya.

Di tengah tantangan fiskal yang membayangi tahun 2026, publik kini menunggu langkah nyata Pemkab Lima Puluh Kota dalam menyeimbangkan kebutuhan efisiensi anggaran dengan perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Situasi ini menjadi ujian penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pembangunan di tengah ketidakpastian ekonomi nasional. (herman)

Berita Terkait

Simbol Soliditas Pemimpin Bangsa: Prabowo dan Jokowi Hadir Jadi Saksi Nikah Sekpri Agung Surahman di TMII
Kunker ke Wamena: Gibran Borong Dagangan Mama-mama Papua, Cetak 3 Gol, hingga Tinjau Makan Bergizi Gratis
Aksi Unik Mendikti Brian Yuliarto: Naik Motor Patwal Temui Prabowo di Istana, Bahas Dana Riset Rp12 Triliun
Kabar Gembira Mudik 2026: Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat dan Stimulus Fiskal untuk Genjot Ekonomi Nasional
Wujudkan Visi Pendidikan Unggul: Usai Bermalam di IKN, Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara di Malang
Revolusi Birokrasi: INA Digital Siap Jadi ‘SuperApp’ Pemerintahan 2026, Pangkas 27 Ribu Aplikasi
Indonesia Resmi Blokir Grok AI Milik Elon Musk Akibat Skandal Deepfake Pornografi
Revolusi Birokrasi: Kemenpan-RB Percepat Integrasi GovTech untuk Digitalisasi Layanan Publik 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:48 WIB

Simbol Soliditas Pemimpin Bangsa: Prabowo dan Jokowi Hadir Jadi Saksi Nikah Sekpri Agung Surahman di TMII

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:08 WIB

Kunker ke Wamena: Gibran Borong Dagangan Mama-mama Papua, Cetak 3 Gol, hingga Tinjau Makan Bergizi Gratis

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:46 WIB

Aksi Unik Mendikti Brian Yuliarto: Naik Motor Patwal Temui Prabowo di Istana, Bahas Dana Riset Rp12 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:45 WIB

Kabar Gembira Mudik 2026: Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat dan Stimulus Fiskal untuk Genjot Ekonomi Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:14 WIB

Wujudkan Visi Pendidikan Unggul: Usai Bermalam di IKN, Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara di Malang

Berita Terbaru

Opini

POLITIK JULO-JULO

Minggu, 18 Jan 2026 - 11:27 WIB